Rusia Tuding AS Bertanggung Jawab Atas Pemboman Mobil Prilepin
Minggu, 07 Mei 2023 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
"Serangan teroris terhadap Evgeny Prilepin adalah demonstrasi lain dari pendekatan sistematis (Kiev) untuk menghilangkan lawan ideologis," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, mengacu pada Prilepin dengan nama lahirnya.
“Tanggung jawab untuk ini dan tindakan teroris lainnya terletak pada otoritas Ukraina bersama dengan pelindung Barat mereka, terutama Amerika Serikat, yang melalui upayanya proyek anti-Rusia yang dipadukan dengan neo-Nazisme telah dengan susah payah dipupuk di Ukraina sejak kudeta pada Februari 2014,” bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (7/5/2023).
Kementerian itu kemudian menjelaskan bagaimana musuh negara Ukraina ditambahkan ke database 'Mirotvorets' (Peacemaker), dengan detail pribadi mereka tercantum di samping deskripsi "kejahatan" mereka terhadap Ukraina. 'Daftar pembunuhan' ini diduga dikelola oleh dinas keamanan Ukraina, dan termasuk jurnalis dan politisi Barat yang berbicara baik tentang Rusia atau mengutuk Ukraina dan pemerintahnya.
Kementerian Luar Negeri Rusia menambahkan bahwa daftar itu digunakan oleh pembunuh bayaran untuk menargetkan musuh-musuh Kiev, dan mencatat bahwa Rusia telah berulang kali meminta pendukung Ukraina di Barat agar daftar itu dibuat offline, yang sejauh ini mereka tolak.
Baca Juga: Ukraina Klaim Tembak Jatuh Rudal Hipersonik Rusia untuk Pertama Kalinya
“Tanggung jawab untuk ini dan tindakan teroris lainnya terletak pada otoritas Ukraina bersama dengan pelindung Barat mereka, terutama Amerika Serikat, yang melalui upayanya proyek anti-Rusia yang dipadukan dengan neo-Nazisme telah dengan susah payah dipupuk di Ukraina sejak kudeta pada Februari 2014,” bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (7/5/2023).
Kementerian itu kemudian menjelaskan bagaimana musuh negara Ukraina ditambahkan ke database 'Mirotvorets' (Peacemaker), dengan detail pribadi mereka tercantum di samping deskripsi "kejahatan" mereka terhadap Ukraina. 'Daftar pembunuhan' ini diduga dikelola oleh dinas keamanan Ukraina, dan termasuk jurnalis dan politisi Barat yang berbicara baik tentang Rusia atau mengutuk Ukraina dan pemerintahnya.
Kementerian Luar Negeri Rusia menambahkan bahwa daftar itu digunakan oleh pembunuh bayaran untuk menargetkan musuh-musuh Kiev, dan mencatat bahwa Rusia telah berulang kali meminta pendukung Ukraina di Barat agar daftar itu dibuat offline, yang sejauh ini mereka tolak.
Baca Juga: Ukraina Klaim Tembak Jatuh Rudal Hipersonik Rusia untuk Pertama Kalinya
Lihat Juga :