Ukraina Olok-olok Kremlin karena 16.000 Tentara Rusia Menyerah

Sabtu, 06 Mei 2023 - 15:16 WIB
loading...
A A A
Namun, dalam sebuah tweet pada hari Jumat, Kementerian Pertahanan Ukraina menggunakan proyek penyerahan itu sebagai bahan ejekan terhadap Kremlin.

"Semakin dekat serangan balasan, semakin panas musim menyerah," kata kementerian tersebut. "Jangan menunggu panas! Kondisi yang paling menguntungkan adalah sekarang," lanjut kementerian itu, seperti dikutip Newsweek, Sabtu (6/5/2023).

Para pejabat Kiev telah lama menggembar-gemborkan serangan balasan Ukraina musim semi ini untuk mendapatkan kembali wilayah yang diduduki Rusia di bagian selatan dan timur, meskipun kedua belah pihak telah menemui jalan buntu selama berbulan-bulan dalam pertempuran untuk wilayah Bakhmut.

Pertempuran brutal di sekitar kota-kota di Ukraina timur telah menimbulkan kerugian besar bagi Kiev dan Moskow. Tetapi para pejabat Barat memperkirakan korban Rusia jauh lebih tinggi daripada Ukraina, di mana juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby melaporkan pada hari Senin lalu bahwa Rusia telah menderita lebih dari 100.000 personel sejak Desember, termasuk 20.000 kematian.

Menurut sebuah survei yang dilakukan di antara tawanan perang Rusia yang berada dalam kendali Ukraina, lebih dari 50 persen tentara Moskow mengatakan mereka termotivasi untuk berperang di Ukraina guna meningkatkan mata pencaharian mereka. Demikian diungkap juru bicara intelijen militer Ukraina Andriy Yusov.

"Artinya, bukan cinta untuk tanah air, bahkan tidak percaya pada propaganda atau cinta untuk [Presiden Vladimir] Putin...tetapi keinginan untuk 'kestabilan hidup'," kata Yusov dalam jumpa pers hari Kamis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved