Profil Louis XIX, Raja Prancis yang Berkuasa Hanya 20 Menit

Jum'at, 05 Mei 2023 - 19:32 WIB
loading...
Profil Louis XIX, Raja...
Raja Louis XIX dari Prancis hanya menjabat sekitar 20 menit. Dia tercatat sebagai satu di antara 3 raja dengan masa jabatan tersingkat di dunia. Foto/expatica
A A A
JAKARTA - Louis Antoine de Bourbon, dukeAngoulême, adalah pewaris takhta terakhir Prancis yang naik takhta dengan gelar Raja Louis XIX. Dia terkenal karena umur kekuasaannya tersingkat dalam sejarah, yakni sekitar 20 menit.

Rekor kekuasaan tersingkat itu diabadikan oleh Guinness World Records.

Itu terjadi pada Juli 1830. Saat itu, Louis Antoine sang "Dauphin de France" terakhir naik tahta Prancis sebagai Raja Louis XIX, menggantikan ayahnya, Raja Charles X, yang telah turun takhta karena Revolusi Juli pada tahun 1830.

Baca Juga: 3 Raja dengan Masa Jabatan Tersingkat di Dunia, Ada yang Tak Sampai 1 Jam


Profil Raja Louis XIX yang Berkuasa 20 Menit


Raja Louis XIX lahir 6 Agustus 1775 dan meninggal 3 Juni 1844. Masa dewasanya datang pada saat Prancis mengalami beberapa periode tersulit dalam sejarahnya.

Revolusi Prancis memaksa keluarganya untuk hidup dalam pengasingan, tetapi Louis XIX selalu bersemangat untuk menjatuhkan Napoleon—tokoh yang melibatkan Prancis dalam berbagai kampanye militer di Eropa.

Pangeran muda bertempur bersama pasukan Bavaria dan Inggris melawan pasukan Napoleon.

Dia sejatinya tidak pernah memerintah negara, karena setelah kematian ayahnya pada tahun 1836, dia adalah orang yang berpura-pura sebagai Louis XIX.

Louis yang juga tenar dengan panggilanAngoulême lahir di Versailles, satu tahun setelah kematian kakek buyutnya, Louis XV. Ibunya adalah Putri Maria Theresa dari Savoy (dikenal sebagai Marie Thérèse di Prancis)—putri Victor Amadeus III dari Sardinia dan Maria Antonia dari Spanyol.

Mengutip laman Britannica, ketika revolusi pecah pada 1789, dia meninggalkan Prancis bersama ayahnya. Pada 1799, dia menikahi sepupunya Marie Thérèse Charlotte, putri Louis XVI dan Marie-Antoinette.

Setelah tinggal di Polandia dan Inggris, Angoulême kembali ke Prancis pada tahun 1814 dan dengan bantuan Inggris menaikkan standar kerajaan lagi di Bordeaux.

Sebagai kepala pasukan royalis di selatan lembah Sungai Rhône, dia tidak dapat mencegah kembalinya Napoleon ke Paris. Setelah Waterloo dan pemugaran kedua Louis XVIII, Angoulême melayani LouisXVIII dengan setia.

Selama masa pemerintahan ayahnya, Charles X, dia bekerja untuk menyingkirkan tentara mantan perwira kekaisaran dan memimpin ekspedisi Prancis yang membantu memadamkan pemberontakan anti-Bourbon di Spanyol (1823). Pada tahun 1830, ketika Charles dipaksa turun takhta, Angoulême melepaskan klaimnya atas takhta dan pergi ke pengasingan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Masa Depan Prancis di...
Masa Depan Prancis di Ujung Tanduk, Ini 3 Pemicunya
Prancis Larang Masuk...
Prancis Larang Masuk Menteri Israel Ben-Gvir, Imbas Video Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Tragis! Pesawat Bawa...
Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Gus Falah Desak Bandar...
Gus Falah Desak Bandar Judi Berkedok Game Center Ditindak Maksimal Sesuai KUHP Baru
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Berita Terkini
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved