Kelompok Bersenjata Serbu Sekolah di Pakistan, 8 Guru Ditembak Mati
Jum'at, 05 Mei 2023 - 09:07 WIB
loading...
Kelompok bersenjata serbu sebuah sekolah di Pakistan menembak mati 7 guru dan seorang lainnya di lokasi berbeda. Foto/Ilustrasi
A
A
A
ISLAMABAD - Sekelompok pria bersenjata menyerbu sebuah sekolah di provinsi Khyber Pakhtunkwa, Pakistan , menewaskan sejumlah guru dan dua lainnya cedera serta menembak mati seorang guru di tempat lain dalam serangan terpisah. Serangan itu terjadi setelah ujian di sekolah menengah setempat.
Associated Press melaporkan tujuh guru yang tewas adalah anggota komunitas minoritas Syiah di Pakistan, yang kerap jadi sasarang penyerangan.
Sedangkan seorang guru lain, seorang Muslim Sunni, ditembak mati di jalan dalam serangan terpisah pada hari sebelumnya. Hal itu diungkapkan pejabat polisi setempat Abbas Ali.
Belum ada pihak atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Kami melihat ke semua aspek, dan sejauh ini kami tidak tahu siapa yang membunuh para guru itu," kata Ali seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (5/5/2023).
Baca Juga: 50 Orang dari Keluarga Hindu Pakistan Masuk Islam Secara Massal
Sebuah pernyataan dari kantor kepala menteri provinsi mengatakkan insiden itu melibatkan sengketa properti, tetapi komisaris daerah mengatakan antagonisme sektarian tampaknya menjadi penyebabnya.
"Tidak jelas apakah insiden kedua merupakan reaksi terhadap yang pertama," kata komisaris polisi, Saiful Islam, kepada kantor berita Reuters.
Ia menambahkan keamanan telah ditingkatkan di daerah yang sudah tegang akibat kekerasan sektarian.
Menyusul insiden tersebut, pemerintah setempat mengumumkan penundaan ujian yang sedang berlangsung di sekolah-sekolah setempat hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Sementara itu, kecaman mengalir dari pejabat pemerintah setelah serangan itu.
Baca Juga: Viral Kuburan Digembok, Dikira agar Mayatnya Tak Diperkosa
Menteri Luar Negeri Pakistan, Bilawal Bhutto Zardari, yang saat ini berada di India untuk menghadiri KTT Para Menteri Luar Negeri Shanghai Cooperation Organization (SCO), menyatakan kesedihannya dan menuntut penangkapan para pelaku.
Dalam pesannya, Bhutto Zardari mengatakan bahwa pemerintah harus segera mengusut kejadian tersebut, menginformasikan kepada masyarakat tentang faktanya.
“Insiden seperti itu tidak dapat ditoleransi dengan biaya berapa pun. Pencegahan kejadian seperti itu harus dipastikan di masa depan,” tambahnya dalam keterangannya.
Presiden Pakistan Arif Alvi juga mengutuk serangan itu dalam sebuah pesan di Twitter, berkabung atas pembunuhan terhadap "guru yang sedang bertugas".
“Serangan terhadap guru oleh musuh pengetahuan adalah terkutuk,” katanya dalam sebuah tweet dalam bahasa Urdu.
Baca Juga: Korban Tewas Ledakan di Kantor Unit Kontra Terorisme Pakistan Jadi 17 Orang
Associated Press melaporkan tujuh guru yang tewas adalah anggota komunitas minoritas Syiah di Pakistan, yang kerap jadi sasarang penyerangan.
Sedangkan seorang guru lain, seorang Muslim Sunni, ditembak mati di jalan dalam serangan terpisah pada hari sebelumnya. Hal itu diungkapkan pejabat polisi setempat Abbas Ali.
Belum ada pihak atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Kami melihat ke semua aspek, dan sejauh ini kami tidak tahu siapa yang membunuh para guru itu," kata Ali seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (5/5/2023).
Baca Juga: 50 Orang dari Keluarga Hindu Pakistan Masuk Islam Secara Massal
Sebuah pernyataan dari kantor kepala menteri provinsi mengatakkan insiden itu melibatkan sengketa properti, tetapi komisaris daerah mengatakan antagonisme sektarian tampaknya menjadi penyebabnya.
"Tidak jelas apakah insiden kedua merupakan reaksi terhadap yang pertama," kata komisaris polisi, Saiful Islam, kepada kantor berita Reuters.
Ia menambahkan keamanan telah ditingkatkan di daerah yang sudah tegang akibat kekerasan sektarian.
Menyusul insiden tersebut, pemerintah setempat mengumumkan penundaan ujian yang sedang berlangsung di sekolah-sekolah setempat hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Sementara itu, kecaman mengalir dari pejabat pemerintah setelah serangan itu.
Baca Juga: Viral Kuburan Digembok, Dikira agar Mayatnya Tak Diperkosa
Menteri Luar Negeri Pakistan, Bilawal Bhutto Zardari, yang saat ini berada di India untuk menghadiri KTT Para Menteri Luar Negeri Shanghai Cooperation Organization (SCO), menyatakan kesedihannya dan menuntut penangkapan para pelaku.
Dalam pesannya, Bhutto Zardari mengatakan bahwa pemerintah harus segera mengusut kejadian tersebut, menginformasikan kepada masyarakat tentang faktanya.
“Insiden seperti itu tidak dapat ditoleransi dengan biaya berapa pun. Pencegahan kejadian seperti itu harus dipastikan di masa depan,” tambahnya dalam keterangannya.
Presiden Pakistan Arif Alvi juga mengutuk serangan itu dalam sebuah pesan di Twitter, berkabung atas pembunuhan terhadap "guru yang sedang bertugas".
“Serangan terhadap guru oleh musuh pengetahuan adalah terkutuk,” katanya dalam sebuah tweet dalam bahasa Urdu.
Baca Juga: Korban Tewas Ledakan di Kantor Unit Kontra Terorisme Pakistan Jadi 17 Orang
(ian)
Lihat Juga :