Cuaca Buruk, Ukraina Tunda Serangan Balasan
Rabu, 03 Mei 2023 - 03:09 WIB
loading...
Cuaca buruk, Ukraina tunda serangan balasan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
LONDON - Ukraina menunda serangan balasan yang digembar-gemborkan terhadap Rusia karena saat ini tidak dapat menggunakan kendaraan lapis baja yang disediakan Barat karena cuaca buruk. Klaim itu dilontarkan Duta Besar Ukraina untuk Inggris.
“Jelas, cuaca sejauh ini tidak memungkinkan tank-tank berat untuk bergerak di lumpur musim semi yang biasa di Ukraina,” kata Vadim Pristayko kepada Sky News yang disitir dari RT, Rabu (3/5/2023).
Pristayko mengatakan kepada Sky News bahwa Ukraina menargetkan serangan terobosan, tetapi pada saat yang sama memperingatkan bahwa terlalu banyak harapan yang diberikan pada serangan ini.
Baca Juga: Rusia: Korban di Ukraina Mencapai 15.000 Tentara pada April Saja
Utusan KIev itu menuduh Moskow melebih-lebihkan kemampuan militernya sendiri, mengutip serangan rudal terbaru terhadap sasaran Ukraina sebagai contoh.
"Rusia melebih-lebihkan melaporkan ratusan roket. Kenyataannya hanya belasan yang dikirim ke kami,” tegasnya.
Klaim Pristayko bahwa hingga 100 rudal diluncurkan dalam serangan baru-baru ini oleh Rusia tampaknya berasal dari pejabat Ukraina Sergey Shakhet, kepala polisi di Wilayah Nikolaev. Dia membagikan angka itu di media sosial pada hari Senin, dengan media Ukraina kemudian menyebarkannya. Kementerian Pertahanan Rusia tidak menyebutkan jumlah senjata yang digunakan dalam laporannya sendiri tentang serangan tersebut.
“Jelas, cuaca sejauh ini tidak memungkinkan tank-tank berat untuk bergerak di lumpur musim semi yang biasa di Ukraina,” kata Vadim Pristayko kepada Sky News yang disitir dari RT, Rabu (3/5/2023).
Pristayko mengatakan kepada Sky News bahwa Ukraina menargetkan serangan terobosan, tetapi pada saat yang sama memperingatkan bahwa terlalu banyak harapan yang diberikan pada serangan ini.
Baca Juga: Rusia: Korban di Ukraina Mencapai 15.000 Tentara pada April Saja
Utusan KIev itu menuduh Moskow melebih-lebihkan kemampuan militernya sendiri, mengutip serangan rudal terbaru terhadap sasaran Ukraina sebagai contoh.
"Rusia melebih-lebihkan melaporkan ratusan roket. Kenyataannya hanya belasan yang dikirim ke kami,” tegasnya.
Klaim Pristayko bahwa hingga 100 rudal diluncurkan dalam serangan baru-baru ini oleh Rusia tampaknya berasal dari pejabat Ukraina Sergey Shakhet, kepala polisi di Wilayah Nikolaev. Dia membagikan angka itu di media sosial pada hari Senin, dengan media Ukraina kemudian menyebarkannya. Kementerian Pertahanan Rusia tidak menyebutkan jumlah senjata yang digunakan dalam laporannya sendiri tentang serangan tersebut.
Lihat Juga :