Biden Kirim 1.500 Pasukan ke Perbatasan AS-Meksiko
Rabu, 03 Mei 2023 - 01:39 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Gagal Bantu Ukraina, Jet Siluman F-35 AS Tak Bisa Deteksi Radar Sistem Rudal S-300 Rusia
“1.500 personel militer ini akan mengisi kesenjangan kemampuan kritis, seperti deteksi dan pemantauan berbasis darat, entri data, dan dukungan gudang, hingga CBP dapat memenuhi kebutuhan ini melalui dukungan kontrak. Mereka tidak akan melakukan pekerjaan penegakan hukum apa pun,” terang pejabat tersebut seperti dilansir dari media yang berbasis di AS itu, Rabu (3/5/2023).
Kontrol perbatasan, topik hangat, diharapkan menjadi inti dari tawaran majunya kembali Biden pada pilpres 2024, karena pemerintahannya sering menggembar-gemborkan tindakan penegakan perbatasannya.
Tetapi Biden telah menghadapi kritik yang meningkat dari kaum konservatif tentang kebijakan kontrol perbatasannya, dengan banyak yang menuduhnya tidak menegakkan penyeberangan perbatasan dengan cukup ketat. Kritik meningkat setelah penembakan dan pembunuhan lima orang di Cleveland, Texas, pekan lalu. Tersangka pria bersenjata, warga negara Meksiko Francisco Oropeza, telah dideportasi dari AS empat kali secara terpisah sejak 2009.
Baca Juga: AS Lacak Balon Misteri Lainnya di Atas Samudera Pasifik
“1.500 personel militer ini akan mengisi kesenjangan kemampuan kritis, seperti deteksi dan pemantauan berbasis darat, entri data, dan dukungan gudang, hingga CBP dapat memenuhi kebutuhan ini melalui dukungan kontrak. Mereka tidak akan melakukan pekerjaan penegakan hukum apa pun,” terang pejabat tersebut seperti dilansir dari media yang berbasis di AS itu, Rabu (3/5/2023).
Kontrol perbatasan, topik hangat, diharapkan menjadi inti dari tawaran majunya kembali Biden pada pilpres 2024, karena pemerintahannya sering menggembar-gemborkan tindakan penegakan perbatasannya.
Tetapi Biden telah menghadapi kritik yang meningkat dari kaum konservatif tentang kebijakan kontrol perbatasannya, dengan banyak yang menuduhnya tidak menegakkan penyeberangan perbatasan dengan cukup ketat. Kritik meningkat setelah penembakan dan pembunuhan lima orang di Cleveland, Texas, pekan lalu. Tersangka pria bersenjata, warga negara Meksiko Francisco Oropeza, telah dideportasi dari AS empat kali secara terpisah sejak 2009.
Baca Juga: AS Lacak Balon Misteri Lainnya di Atas Samudera Pasifik
(ian)
Lihat Juga :