Biden Kirim 1.500 Pasukan ke Perbatasan AS-Meksiko

Rabu, 03 Mei 2023 - 01:39 WIB
loading...
Biden Kirim 1.500 Pasukan...
Presiden AS, Joe Biden, akan mengirim 1.500 pasukan ke perbatasan negaranya dengan Meksiko untuk menghadapi gelombang migran. Foto/Newsweek
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden , menyetujui tambahan 1.500 tentara untuk ditempatkan di perbatasan negara itu dengan Meksiko pada Selasa waktu setempat. Itu dilakukan guna menghadapi lonjakan gelombang migran menyusul berakhirnya pembatasan pandemi COVID-19.

Departemen Pertahanan AS setuju untuk memasok pasukan tambahan atas permintaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Pasukan akan tetap berada di perbatasan selama 90 hari untuk membantu petugas Bea Cukai dan Patroli Perbatasan (CBP) AS.

Keputusan tersebut diambil kira-kira seminggu sebelum kebijakan era Trump yang dikenal sebagai Title 42 akan berakhir pada 11 Mei, hari yang sama ketika darurat kesehatan masyarakat COVID-19 federal berakhir. Title 42 adalah ketentuan Undang-Undang Layanan Kesehatan Masyarakat tahun 1944 yang diberlakukan pada tahun 2020 pada awal pandemi untuk memblokir sebagian besar pencari suaka memasuki AS di perbatasan selatan karena risiko tinggi penularan virus corona.

Baca Juga: AS: 100.000 Tentara Rusia Jadi Korban dalam 5 Bulan Perang di Bakhmut Ukraina

Kedaluwarsa Title 42 yang menjulang telah menimbulkan kekhawatiran bahwa sejumlah besar imigran akan mencoba untuk melintasi perbatasan. Lebih dari 2 juta imigran telah ditolak dari perbatasan menggunakan Title 42 sejak ketentuan itu diberlakukan.

Dengan kekhawatiran COVID-19 yang berkurang secara signifikan di AS, Biden menghadapi tekanan yang meningkat untuk meningkatkan keamanan perbatasan guna menangkal lonjakan penyeberangan perbatasan yang diprediksi terjadi setelah Title 42 berakhir. Pasukan tambahan akan tetap berada di perbatasan selama hampir tiga bulan setelah kedaluwarsa itu.

"Atas permintaan DHS, DOD akan memberikan tambahan sementara 1.500 personel militer, selama 90 hari, untuk melengkapi upaya CBP di perbatasan," kata seorang pejabat AS kepada Newsweek.

Baca Juga: Gagal Bantu Ukraina, Jet Siluman F-35 AS Tak Bisa Deteksi Radar Sistem Rudal S-300 Rusia

“1.500 personel militer ini akan mengisi kesenjangan kemampuan kritis, seperti deteksi dan pemantauan berbasis darat, entri data, dan dukungan gudang, hingga CBP dapat memenuhi kebutuhan ini melalui dukungan kontrak. Mereka tidak akan melakukan pekerjaan penegakan hukum apa pun,” terang pejabat tersebut seperti dilansir dari media yang berbasis di AS itu, Rabu (3/5/2023).

Kontrol perbatasan, topik hangat, diharapkan menjadi inti dari tawaran majunya kembali Biden pada pilpres 2024, karena pemerintahannya sering menggembar-gemborkan tindakan penegakan perbatasannya.

Tetapi Biden telah menghadapi kritik yang meningkat dari kaum konservatif tentang kebijakan kontrol perbatasannya, dengan banyak yang menuduhnya tidak menegakkan penyeberangan perbatasan dengan cukup ketat. Kritik meningkat setelah penembakan dan pembunuhan lima orang di Cleveland, Texas, pekan lalu. Tersangka pria bersenjata, warga negara Meksiko Francisco Oropeza, telah dideportasi dari AS empat kali secara terpisah sejak 2009.

Baca Juga: AS Lacak Balon Misteri Lainnya di Atas Samudera Pasifik
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Tak Bantu Serangan AS
Rekomendasi
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved