Kehidupan Pemimpin Jihad Islam Khader Adnan: Penangkapan, Mogok Makan, dan Protes

Rabu, 03 Mei 2023 - 00:45 WIB
loading...
A A A
Randa dan anak-anaknya beberapa kali mengajukan izin Israel untuk mengunjunginya di penjara, tetapi mereka ditolak dengan alasan “keamanan”.

2015

Adnan melancarkan aksi mogok makan tanpa batas waktu pada 4 Mei dan ditempatkan di bawah pengawasan medis di sebuah klinik di penjara Ramla Israel beberapa minggu kemudian.

“Kami sangat mengkhawatirkan kesehatannya saat ini… Kami tahu dia bisa mati jika tidak dilakukan sesuatu,” kata Randa kepada Al Jazeera saat itu.

“Kami telah diberitahu bahwa dia tidak dapat berdiri sendiri atau berjalan dan dia dibelenggu di ranjang rumah sakit.”

Beberapa minggu kemudian, pemerintah Israel menyetujui undang-undang yang mengizinkan pemaksaan makan tahanan yang mogok makan jika hidup mereka dalam bahaya.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel saat itu Gilad Erdan mengatakan para tahanan yang mogok makan, yaitu warga Palestina, merupakan “ancaman” bagi Israel.

Israel membebaskan Adnan dari penjara pada 12 Juli menyusul kesepakatan di mana dia setuju untuk mengakhiri pemogokannya. Dia disambut oleh puluhan kerabat dan pendukung yang bersorak setibanya di Arrabeh.

2017

Pada pagi hari tanggal 11 Desember, pasukan Israel masuk ke rumah Adnan dan menangkapnya. Sebelum penangkapan, tentara Israel memukuli, memborgol dan menginterogasi Adnan di sebuah ruangan tertutup di dalam rumahnya.

Begitu pasukan membawanya pergi, Adnan langsung melancarkan aksi mogok makan.

2021

Pada 5 Mei, Adnan ditangkap setelah dihentikan oleh pasukan Israel di sebuah pos pemeriksaan militer dekat Nablus dan ditahan, kata istrinya kepada media lokal.

2023

Adnan ditangkap lagi pada 5 Februari, dan dia melakukan mogok makan tak lama kemudian. Dia meninggal pada hari ke-88.

Randa mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa suaminya ditahan di sebuah klinik di penjara Ramla di Israel tengah.

“(Dia) menolak dukungan apa pun, menolak pemeriksaan medis,” katanya.

“Mereka (Israel) telah menolak untuk memindahkannya ke rumah sakit sipil, mereka menolak untuk mengizinkan pengacaranya berkunjung,” tambahnya.

Kematian Adnan disebut sebagai "tindakan pembunuhan" oleh orang-orang Palestina, di mana Adnan - dengan penolakannya untuk makan sebagai alat protes - adalah semacam pahlawan rakyat.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Amerika Serikat Permak...
Amerika Serikat Permak Paraguay 4-1: Folarin Balogun Cetak Brace
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved