Taliban Larang Perempuan Afghanistan Rayakan Idulfitri

Minggu, 23 April 2023 - 02:11 WIB
loading...
Taliban Larang Perempuan...
Taliban larang perempuan Afghanistan rayakan Idulfitri. Foto/Ilustrasi
A A A
KABUL - Taliban melarang perempuan berpartisipasi dalam pertemuan Idulfitri di dua distrik Afghanistan jelang perayaan yang meluas di negara itu untuk menandai akhir Ramadan.

Dua pemberitahuan serupa menunjukkan para pemimpin Taliban setempat di distrik Baghlan utara dan distrik Takhar di timur laut mengatakan perempuan dilarang keluar berkelompok selama hari-hari Idul Fitri pada hari Jumat.

Perintah tersebut tidak berlaku di seluruh Afghanistan, tetapi hanya di dua distrik seperti dilansir dari Independent,Minggu (23/4/2023).

Ini terjadi hanya beberapa minggu setelah serangkaian pembatasan terbaru Taliban yang telah melarang keluarga dan perempuan mengunjungi restoran. Kaum perempuan juga dilarang mendatangi taman atau ruang terbuka hijau di provinsi Herat barat laut Afghanistan.

Baca Juga: PBB Instruksikan Staf di Afghanistan Tidak ke Kantor

Seorang pejabat mengatakan perintah tersebut melarang perempuan mengunjungi restoran dengan taman setelah keluhan dari ulama dan anggota masyarakat yang menentang pencampuran gender di ruang tersebut.

Awal pekan ini, pemimpin tertinggi Afghanistan, Hibatullah Akhundzada, merilis pesan Idul Fitri ke negara itu dalam lima bahasa – Arab, Dari, Inggris, Pashto dan Urdu.

Di akhir pesan Ramadan, Akhundzada memuji Taliban karena membuat “kemajuan” di Afghanistan setelah mengambil alih kendali pemerintahan pada Agustus 2021.

Baca Juga: Ulama Afghanistan Kritik Larangan Pendidikan bagi Anak Perempuan

“Efek intelektual dan moral yang buruk dari pendudukan 20 tahun akan segera berakhir,” katanya dan memuji hidup dalam terang Syariah atau hukum Islam.

Pemimpin Taliban tersebut diyakini telah memainkan peran yang kuat dalam mendikte undang-undang dan kebijakan domestik di Afghanistan, terutama yang melarang pendidikan anak perempuan setelah kelas enam dan melarang perempuan Afghanistan dari kehidupan publik dan bekerja di organisasi non-pemerintah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Perempuan di Afghanistan telah dilarang oleh Taliban di ruang publik seperti taman dan pusat kebugaran. Langkah-langkah tersebut telah memicu kegemparan internasional yang sengit, meningkatkan isolasi negara pada saat ekonominya runtuh—dan memperburuk krisis kemanusiaan.

Baca Juga: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Kacau, Biden Salahkan Trump
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Gelar Salat Id di Kuala...
Gelar Salat Id di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian
Perang Berkecamuk, Negara-negara...
Perang Berkecamuk, Negara-negara Teluk Perintahkan Salat Id Hanya di Dalam Masjid
Dihantui Serangan Rudal...
Dihantui Serangan Rudal Iran, Arab Saudi Umumkan Idulfitri pada Jumat 20 Maret
Sheikh Ekrima Sabri...
Sheikh Ekrima Sabri Fatwa Serukan Salat Idulfitri di Dekat Masjid Al-Aqsa di Tengah Penutupan yang Berlanjut
Manfaat dan Hikmah Puasa...
Manfaat dan Hikmah Puasa Syawal, Simak Penjelasannya di Sini!
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pesawat Pengebom B-52...
Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh hingga Meledak Dahsyat, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved