Pentagon: AS Melacak Lebih dari 650 Kasus Penampakan UFO

Jum'at, 21 April 2023 - 03:27 WIB
loading...
Pentagon: AS Melacak...
Pentagon menyebut AS melacak lebih dari 650 kasus penampakan UFO. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melacak lebih dari 650 kasus potensial dari apa yang disebut "fenomena udara tak dikenal" atau yang umum dikenal sebagai UFO . Hal itu diungkapkan direktur badan yang dibentuk AS untuk menyelidiki fenomena tersebut.

Direktur Kantor Resolusi Anomali Semua Domain (AARO) Pentagon, Sean Kirkpatrick, mengatakan kepada subkomite Angkatan Bersenjata Senat pada hari Rabu bahwa jumlah kasus naik dari 350 laporan yang dirujuk dalam laporan intelijen tidak rahasia tentang fenomena udara tak dikenal yang dirilis awal tahun ini.

“Dari mereka yang lebih dari 650, kami telah memprioritaskan sekitar setengahnya untuk menjadi nilai anomali yang menarik, dan sekarang kami harus memeriksanya dan bertanya ‘Berapa banyak data aktual yang saya miliki?’” kata Kirkpatrick seperti dikutip dari CNN, Jumat (21/4/2023).

Kirkpatrick menjelaskan kepada anggota parlemen bagaimana kantornya membantu Pentagon dan komunitas intelijen untuk mengidentifikasi teknologi asing yang muncul, termasuk perannya dalam membantu mengidentifikasi balon pengintai ketinggian tinggi dari China yang terbang di atas wilayah udara AS pada bulan Februari lalu.

Dia memutar video dari dua kasus yang telah dideklasifikasi, satu yang telah diselesaikan dan yang lainnya belum terselesaikan.

Video pertama menunjukkan bola kecil yang terbang melalui layar kamera drone MQ-9 di Timur Tengah pada tahun 2022. Kamera drone mengikuti objek saat bergerak di langit, keluar masuk layar.

Kirkpatrick menjelaskan, kasus ini belum terselesaikan karena tidak ada bukti lain selain video tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Laporan Media: Israel...
Laporan Media: Israel Bangun Jaringan Militer Rahasia di Azerbaijan, Dekat Perbatasan Iran
Terungkap, Serangan...
Terungkap, Serangan Rudal Iran Hancurkan Hanggar Pesawat Pangkalan Udara Israel
Rekomendasi
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Berita Terkini
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved