AS Tawarkan Hadiah Rp104 Miliar untuk Pemimpin Hizbullah Ibrahim Aqil

Selasa, 18 April 2023 - 22:01 WIB
loading...
AS Tawarkan Hadiah Rp104...
Seorang anggota Hizbullah bereaksi saat pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah berbicara di layar selama pidato televisi di festival merayakan Hari Perlawanan dan Pembebasan, di Nabatiyeh 24 Mei 2015. Foto/REUTERS/Ali Hashisho
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah hingga USD7 juta (Rp104 miliar) untuk informasi yang mengarah pada penangkapan atau hukuman terhadap Pemimpin Hizbullah Ibrahim Aqil.

Pengumuman itu diungkapkan Departemen Luar Negeri AS pada hari Selasa (18/4/2023).

“Ibrahim Aqil, juga dikenal sebagai Tahsin, bertugas di badan militer tertinggi Hizbullah, Dewan Jihad,” papar Departemen Luar Negeri AS.

Hadiah tersebut diberikan pada peringatan 40 tahun pengeboman Hizbullah terhadap Kedutaan Besar AS di Beirut.

Baca juga: Pemuda Muslim Ini Jalan Kaki 10 Bulan dari Prancis ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem

Hizbullah adalah organisasi politik dan militan yang berasal dari Lebanon. Nama lengkapnya adalah "Hezbollah al-Muqawama al-Islamiyya" yang berarti "Partai Allah untuk Perlawanan Islam".

Organisasi ini didirikan pada tahun 1982 dengan tujuan melawan invasi Israel ke Lebanon selama Perang Lebanon 1982.

Hizbullah memiliki basis dukungan yang luas di kalangan umat Syiah Lebanon, meskipun mereka juga memiliki anggota dari berbagai kelompok lainnya di Lebanon.

Selama dekade terakhir, Hizbullah telah menjadi kekuatan politik dan militan yang sangat berpengaruh di Lebanon dan di seluruh Timur Tengah.

Hizbullah mengoperasikan jaringan sosial, ekonomi, dan politik yang luas di Lebanon, serta memiliki sayap militer yang kuat.

Sayap militernya dikenal sebagai "Jihad Islam" atau "Sayyid al-Shuhada Brigades". Hizbullah juga memiliki media yang kuat, termasuk saluran televisi Al-Manar.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Berita Terkini
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved