Waswas Diinvasi China, Taiwan Akan Beli 400 Rudal Harpoon Amerika

Selasa, 18 April 2023 - 09:53 WIB
loading...
Waswas Diinvasi China,...
Taiwan akan membeli 400 rudal anti-kapal Harpoon buatan AS di tengah kekhawatiran akan invasi militer China. Foto/US Navy
A A A
WASHINGTON - Taiwan akan membeli sebanyak 400 rudal anti-kapal Harpoon yang diluncurkan dari darat di tengah kekhawatiran akan invasi militer China .

Misil canggih buatan Amerika Serikat (AS) itu dimaksudkan untuk mengusir invasi militer Beijing jika benar-benar terjadi.

Menurut pemimpin kelompok perdagangan dan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, pembelian senjata itu telah disetujui Kongres Amerika pada tahun 2020.

Taiwan sebelumnya telah membeli Harpoon versi peluncuran kapal, yang dibuat oleh Boeing Co.

Sekarang, kontrak dengan Boeing yang dikeluarkan atas nama Taiwan oleh Komando Sistem Angkatan Laut AS menandai yang pertama untuk versi seluler yang diluncurkan dari darat. Demikian disampikan Rupert Hammond-Chambers, presiden Dewan Bisnis AS-Taiwan.

Baca Juga: Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan usai Latihann Perang China Kepung Taipei 3 Hari

Tiga orang lainnya yang mengetahui kesepakatan itu, termasuk seorang pejabat industri, mengonfirmasi bahwa kontrak itu untuk Taiwan.

Pentagon mengumumkan kontrak senilai USD1,7 miliar dengan Boeing pada 7 April tetapi tidak menyebutkan Taiwan sebagai pembelinya.

Kesepakatan itu muncul ketika ketegangan AS-China memanas, terutama terkait Taiwan—pulau dengan pemerintahan sendiri yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayah China.

China sebelumnya menggelar latihan perang yang mengepung Taiwan selama tiga hari setelah presiden pulau itu, Tsai Ing-wen, bertemu dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy di California.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS Letnan Kolonel Angkatan Darat Martin Meiners menolak mengatakan apakah Taiwan akan menjadi penerima rudal Harpoon.

"[Tetapi] kami akan terus bekerja dengan industri untuk menyediakan peralatan pertahanan Taiwan pada waktu yang tepat," ujarnya.

“Penyediaan artikel pertahanan oleh Amerika Serikat kepada Taiwan, yang mencakup keberlanjutan kemampuan yang ada melalui Penjualan Militer Asing dan Penjualan Komersial Langsung, sangat penting untuk keamanan Taiwan," kata Meiners.

Kontrak Harpoon telah dikutip oleh anggota Kongres termasuk Michael McCaul—Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR—sebagai bagian dari USD19 miliar dalam daftar penjualan senjata ke Taiwan yang tertunda, yang menurut Kongres perlu dipercepat.

Selain Harpoon, daftar tersebut termasuk pesawat tempur F-16 Block 70, torpedo MK-48, howitzer self-propelled M109A6 Paladin dan rudal Stinger.

Penjualan rudal Harpoon kemungkinan besar akan dibahas pada hari Selasa (18/4/2023) di sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR yang berfokus pada Indo-Pasifik.

Rudal Harpoon yang diluncurkan dari darat yang digunakan untuk pertahanan pesisir menonjol dalam serangkaian skema latihan perang dari potensi invasi Taiwan oleh China yang dilakukan tahun lalu oleh Center for Strategic and International Studies.
(CSIS).

“Karena mobilitas dan kemampuannya untuk menjangkau seluruh selat, rudal ini sangat efektif melawan pasukan invasi China," kata analis Mark Cancian yang mengelola latihan tersebut.

“Mereka juga mengurangi kebutuhan untuk menempatkan pasukan AS di pulau itu. Namun, 400 hampir tidak cukup. Orang Taiwan membutuhkan lebih banyak lagi," ujarnya, seperti dikutip Bloomberg.

Kontrak senjata senilai USD1,7 miliar didahului pada Maret 2022 dengan kontrak senilai USD498 juta kepada Boeing khusus untuk Taiwan yang memesan peralatan peluncuran Sistem Pertahanan Pesisir Harpoon seperti pengangkut mobile, radar, dan peralatan pelatihan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved