Rusia Kerahkan Pasukan Pembunuh Tank ke Medan Perang Ukraina

Senin, 10 April 2023 - 15:17 WIB
loading...
Rusia Kerahkan Pasukan...
Prajurit dari baterai anti-tank Pasukan Lintas Udara Rusia naik di atas kendaraan tempur infanteri yang dipersenjatai dengan rudal anti-tank Kornet. Foto/Sputnik
A A A
MOSKOW - Rusia sedang mengumpulkan kelompok-kelompok pembunuh tank yang akan melawan lapis baja modern yang disediakan ke Kiev oleh para pendukung Baratnya.

Langkah tersebut diungkapkan seorang pejabat pertahanan senior Rusia dalam wawancara yang dirilis pada Minggu (9/4/2023).

Berbicara kepada saluran TV Zvezda, Evgeny Arifulin, yang mengepalai pusat pelatihan militer yang berlokasi tidak jauh dari Nizhny Novgorod di Rusia tengah, mengatakan perintah untuk membuat unit tersebut telah dikeluarkan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yunus-Bek Yevkurov.

Militer Rusia kemudian mengembangkan “pedoman instruksional” untuk mencapai tujuan itu, yang diterapkan di tempat latihan, menurut dia.

“Ini adalah pekerjaan sistemik berskala besar yang dilakukan di tingkat negara,” ujar pejabat militer itu.

Baca juga: Dokumen Rahasia AS: Ukraina Kehabisan Rudal S-300 Mei Nanti

Arifulin menjelaskan, selain “pemburu tank”, fasilitas ini juga melatih anggota layanan di beberapa bidang, mengajari mereka cara menembak dari artileri atau mengoperasikan berbagai sistem rudal.

Fasilitas itu dapat menginstruksikan sebanyak 700 tentara sekaligus, menurut pejabat itu.

Dengan fokus menangani lapis baja Barat, Arifulin mencatat militer Rusia telah mempelajari semua tank ini, termasuk M1 Abrams Amerika, Leopard Jerman, Challenger Inggris, dan Leclerc Prancis.

“Kami tahu semua kekuatan dan kelemahan mereka dan melatih personel (untuk melawan mereka),” ungkap dia.

Anggota kelompok “pemburu tank” sedang dilatih oleh instruktur veteran, yang telah melihat aksi dalam beberapa konflik dalam beberapa dekade terakhir, termasuk kampanye militer yang sedang berlangsung di Ukraina, Zvezda melaporkan.

Ia menambahkan kelompok-kelompok ini hanya terdiri dari sejumlah kecil tentara, yang sebagian besar dipersenjatai dengan peluncur peluru kendali anti-tank dan sebagian besar menggunakan drone pengintai.

Pada akhir Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin memperkirakan Ukraina akan menerima lebih dari 400 tank buatan Barat.

Tank sudah mulai tiba di Ukraina, dengan Kementerian Pertahanan Jerman menyatakan bulan lalu bahwa 18 tank Leopard 2 A6 serta amunisi dan suku cadang telah mencapai tujuan mereka.

Awal tahun ini, beberapa pebisnis dan pejabat Rusia menawarkan hadiah uang tunai untuk penghancuran peralatan militer Barat di Ukraina.

Pada Januari, misalnya, Aleksandr Osipov, gubernur Wilayah Zabaikalsky Rusia, menandatangani perintah yang menjanjikan kepada tentara lokal tiga juta rubel (USD37.000) untuk menangkap tank Leopard 2 yang beroperasi, atau satu juta rubel (USD12.000) untuk menghancurkannya.

Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat bahwa pengiriman senjata ke Kiev menjadikannya peserta langsung dalam konflik tersebut.

Mengomentari pengiriman tank ke Ukraina, Sekretaris Pers Kremlin Dmitry Peskov mengatakan lapis baja ini “akan terbakar seperti yang lainnya,” dan tidak akan mengubah hasil akhir dari permusuhan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved