Kremlin: Barat Histeris terhadap Rencana Rusia Kerahkan Senjata Nuklir ke Belarusia
Senin, 10 April 2023 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Putin mengumumkan pada 25 Maret bahwa Rusia akan menyelesaikan pembangunan fasilitas penyimpanan khusus untuk senjata nuklir taktis di negara Belarusia, yang memicu kecaman internasional yang sengit.
Moskow, kata Putin, akan memulai pelatihan awak pada awal April. Dia, menambahkan bahwa Rusia akan menyelesaikan pembangunan fasilitas penyimpanan senjata nuklir taktis di Belarusia pada 1 Juli dan kontrol senjata nuklir tidak akan dialihkan ke Minsk.
NATO mengecam keras keputusan Putin tersebut, menyebutnya sebagai retorika berbahaya dan tidak bertanggungjawab.
"NATO waspada, dan kami memantau situasi dengan cermat. Kami belum melihat adanya perubahan dalam postur nuklir Rusia yang akan membuat kami menyesuaikan diri," kata aliansi Barat tersebut dalam sebuah pernyataan.
"Rujukan Rusia untuk pembagian nuklir NATO benar-benar menyesatkan. Sekutu NATO bertindak dengan penuh rasa hormat terhadap komitmen internasional mereka. Rusia telah secara konsisten melanggar komitmen kontrol senjatanya, yang terakhir menangguhkan keikutsertaannya dalam Perjanjian New START," lanjut pernyataan aliansi.
Moskow, kata Putin, akan memulai pelatihan awak pada awal April. Dia, menambahkan bahwa Rusia akan menyelesaikan pembangunan fasilitas penyimpanan senjata nuklir taktis di Belarusia pada 1 Juli dan kontrol senjata nuklir tidak akan dialihkan ke Minsk.
NATO mengecam keras keputusan Putin tersebut, menyebutnya sebagai retorika berbahaya dan tidak bertanggungjawab.
"NATO waspada, dan kami memantau situasi dengan cermat. Kami belum melihat adanya perubahan dalam postur nuklir Rusia yang akan membuat kami menyesuaikan diri," kata aliansi Barat tersebut dalam sebuah pernyataan.
"Rujukan Rusia untuk pembagian nuklir NATO benar-benar menyesatkan. Sekutu NATO bertindak dengan penuh rasa hormat terhadap komitmen internasional mereka. Rusia telah secara konsisten melanggar komitmen kontrol senjatanya, yang terakhir menangguhkan keikutsertaannya dalam Perjanjian New START," lanjut pernyataan aliansi.
(mas)
Lihat Juga :