Peragakan Penyaliban Yesus Kristus, 8 Warga Filipina Dipaku di Tiang Salib
Sabtu, 08 April 2023 - 22:46 WIB
loading...
A
A
A
Sekitar 12 penduduk desa mendaftar untuk memperagkan penyaliban Yesus Kristus, tetapi hanya delapan pria yang berpartisipasi, termasuk Enaje (62)—pelukis yang dipaku di kayu salib untuk ke-34 kalinya sepanjang hidupnya di San Pedro Cutud.
Dalam konferensi pers tak lama setelah penyaliban singkatnya, Enaje mengatakan dia berdoa untuk pemberantasan virus Covid-19 dan berakhirnya invasi Rusia ke Ukraina, yang telah menyebabkan harga gas dan pangan melonjak di seluruh dunia.
“Hanya dua negara yang terlibat dalam perang itu, Rusia dan Ukraina, tetapi kita semua terkena dampaknya,” kata Enaje, yang tampak sehat dan menunjukkan kedua tangannya yang diperban kepada wartawan.
Ayah empat anak itu mengatakan dia ingin pensiun dari tradisi berdarah ini karena usianya, tetapi akan memutuskan dengan pasti sebelum Prapaskah tahun depan. Meski rasa sakit akibat dipaku, dia mengatakan dia selalu merasa gelisah sebelum setiap penyaliban.
"Ketika saya berbaring di kayu salib, tubuh saya mulai terasa dingin,” kata Enaje. “Ketika tangan saya terikat, saya hanya memejamkan mata dan berkata pada diri sendiri: 'Saya bisa melakukan ini. Saya bisa melakukan ini'," paparnya.
Bertahan hidup hampir tanpa cedera ketika jatuh dari gedung tiga lantai pada tahun 1985 mendorong Enaje untuk menjalani tradisi penyaliban itu sebagai ucapan syukur atas apa yang dianggapnya sebagai keajaiban.
Dalam konferensi pers tak lama setelah penyaliban singkatnya, Enaje mengatakan dia berdoa untuk pemberantasan virus Covid-19 dan berakhirnya invasi Rusia ke Ukraina, yang telah menyebabkan harga gas dan pangan melonjak di seluruh dunia.
“Hanya dua negara yang terlibat dalam perang itu, Rusia dan Ukraina, tetapi kita semua terkena dampaknya,” kata Enaje, yang tampak sehat dan menunjukkan kedua tangannya yang diperban kepada wartawan.
Ayah empat anak itu mengatakan dia ingin pensiun dari tradisi berdarah ini karena usianya, tetapi akan memutuskan dengan pasti sebelum Prapaskah tahun depan. Meski rasa sakit akibat dipaku, dia mengatakan dia selalu merasa gelisah sebelum setiap penyaliban.
"Ketika saya berbaring di kayu salib, tubuh saya mulai terasa dingin,” kata Enaje. “Ketika tangan saya terikat, saya hanya memejamkan mata dan berkata pada diri sendiri: 'Saya bisa melakukan ini. Saya bisa melakukan ini'," paparnya.
Bertahan hidup hampir tanpa cedera ketika jatuh dari gedung tiga lantai pada tahun 1985 mendorong Enaje untuk menjalani tradisi penyaliban itu sebagai ucapan syukur atas apa yang dianggapnya sebagai keajaiban.
Lihat Juga :