Inggris Akan Kerahkan Kapal Induk Melawan China, Ini Reaksi Beijing

Senin, 20 Juli 2020 - 09:42 WIB
loading...
Inggris Akan Kerahkan...
Kapal induk HMS Queen Elizabeth Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Foto/Ian Simpson/Royal Navy/Handout via REUTERS
A A A
LONDON - Inggris berencana mengerahkan kapal induk HMS Queen Elizabeth dan beberapa kapal perangnya ke Pasifik, yang menurut media setempat untuk misi melawan China . Beijing memperingatkan London agar tidak melakukan hal itu karena langkah tersebut akan sangat berbahaya.

Reaksi Beijing disampaikan Duta Besar China untuk Inggris , Liu Xiaoming, kepada surat kabar The Times."Itu akan menjadi langkah yang sangat berbahaya," katanya. (Baca: Lawan China, Inggris Bakal Kerahkan Kapal Induk dengan Jet F-35 )

Liu Xiaoming mengatakan ketika London memutuskan hubungan dagang dengan Uni Eropa akhir tahun ini, seharusnya tidak bersatu dengan Amerika Serikat (AS) melawan China dengan penyebaran militer.

"Setelah Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa) saya pikir Inggris masih ingin memainkan peran penting di dunia," katanya kepada surat kabar itu, yang dilansir AFP, Senin (20/7/2020). "Ini bukan cara untuk memainkan peran penting."

The Times pada pekan lalu melaporkan perencana militer Inggris telah menetapkan rencana untuk menempatkan kapal induk HMS Queen Elizabeth di Pasifik sebagai bagian dari aliansi internasional untuk melawan China.

Kapal senilai 3,1 miliar poundsterling itu akan berlayar pada penempatan perdananya tahun depan, dalam sebuah tur yang mencakup wilayah itu di tengah kekhawatiran atas kebebasan navigasi di Laut China Selatan . (Baca: Punya Rudal Anti-Kapal, China Tak Takut 3 Kapal Induk AS )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Berita Terkini
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved