Erdogan Dinilai Serius Mengejar Ambisi Nuklirnya

Senin, 20 Juli 2020 - 03:00 WIB
loading...
A A A
Dari sudut pandang pasar, ujar Spacapan, gas alam dan energi terbarukan mengalahkan nuklir dan membawa kesepakatan pengeboran gas alam yang dipukul Turki dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya tahun lalu.

(Baca: Popularitas Partainya Erdogan Merosot karena Covid-19 dan Tekanan Ekonomi )

"Yang mengkhawatirkan adalah Turki dapat mengeksploitasi tenaga nuklir sebagai kedok untuk mendapatkan teknologi dan perangkat keras yang terkait dengan bom. Transfer teknologi sudah terjadi. Sejak proyek Akkuyu dimulai, mahasiswa teknik Turki telah menjadi kelompok nasional terbesar kedua yang mempelajari ilmu nuklir di Rusia, tempat ratusan ilmuwan Iran dan Korea Utara datang sebelum mereka,” katanya.

Ketiga, ucapnya Turki berkolaborasi secara militer dengan Pakistan, sebuah negara yang memiliki senjata nuklir yang tidak jauh dari perbatasan Turki. Spacapan mencatat bahwa sementara hubungan Turki-Pakistan hangat tapi dangkal, Erdogan mempererat ikatan sejak 2018 dan memasok militer Pakistan dengan senjata canggih.

"Kekuatan Erdogan saat ini di Islamabad melebihi kekuatan Korea Utara, Iran, dan Libya, yang semuanya menerima bantuan bom nuklir dari Pakistan. Karena tenaga nuklir menyediakan banyak teknologi untuk pembuatan bom, dan dalam kasus Turki tidak masuk akal secara ekonomi, Amerika Serikat harus berusaha menjauhkan Turki dari energi nuklir," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Dibombardir AS, Asap...
Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran
Seret Jenderal Israel...
Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Rekomendasi
Goal Aksis U-15 dan...
Goal Aksis U-15 dan Akademi Persib U-18 Juara Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Pemain Kolombia Jaminton...
Pemain Kolombia Jaminton Campaz Diancam Dibunuh Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved