Jerman Tolak Berikan Tank Tambahan untuk Ukraina

Minggu, 02 April 2023 - 09:55 WIB
loading...
Jerman Tolak Berikan...
Jerman tolak berikan tank Leopard 2 tambahan kepada Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
BERLIN - Jerman tidak mampu memberikan tank tempur utama tambahan ke Ukraina . Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius.

Pernyataan itu muncul setelah Kiev memperingatkan bahwa mereka akan membutuhkan lebih banyak senjata berat untuk melakukan serangan balasan terhadap Rusia.

“Saya tidak melihat pengiriman tank Leopard tambahan di luar yang sudah diumumkan,” kata Pistorius kepada surat kabar Jerman Welt am Sonntag.

“Supaya jelas, seperti negara lain, persediaan kami terbatas. Sebagai menteri pertahanan federal, saya tidak bisa menyerahkan semua yang kami miliki,” imbuhnya seperti dikutip dari RT, Minggu (2/4/2023).

Menteri Pertahanan Jerman itu menyatakan bahwa kesenjangan yang ada di militer Jerman sendiri tidak dapat sepenuhnya ditutup pada tahun 2030.

Baca Juga: Jenderal Tertinggi AS Sebut Mustahil Usir Tentara Rusia dari Ukraina Tahun Ini

"Ini akan memakan waktu bertahun-tahun,” ujarnya.

“Namun, dalam jangka menengah, saya percaya akan mungkin untuk memenuhi kebutuhan Ukraina,” kata Pistorius.

Dia menambahkan bahwa industri pertahanan Jerman harus meningkatkan produksi tank dan senjata berat lainnya, termasuk howitzer self-propelled.

“Peralatan tambahan saat ini dibutuhkan lebih dari kapan pun di masa lalu,” ujarnya.

Menurut Pistorius, Berlin dan sekutu Eropanya berkomitmen untuk mengirimkan dua batalion Leopard 2, atau lebih dari 60 kendaraan. Dia menegaskan kembali bahwa tahun depan negara-negara Uni Eropa (UE) juga akan memasok lebih dari 100 tank Leopard 1 model lama.

Baca Juga: Hacker Ukraina Kelabui Para Istri Tentara Rusia agar Bocorkan Data Suami Mereka

Pejabat Ukraina akhir tahun lalu menyatakan bahwa Kiev membutuhkan setidaknya 300 tank modern, serta ratusan kendaraan lapis baja dan artileri lainnya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bulan ini memperingatkan bahwa Kiev tidak dapat melancarkan serangan balasan yang efektif terhadap pasukan Rusia tanpa senjata Barat dalam jumlah yang cukup.

Beberapa negara Eropa telah berjuang untuk menemukan cukup tank yang dapat disumbangkan ke Ukraina. Swiss bulan lalu mengungkapkan bahwa Jerman telah secara resmi memintanya untuk menjual sejumlah tank Leopard 2 yang dinonaktifkan kembali ke pabrikan Jerman Rheinmetall sehingga Berlin dapat mengisi kembali stoknya sendiri.

Sementara itu media Jerman melaporkan bahwa, karena masalah peralatan, Bundeswehr kurang siap untuk menjalankan sebagian komitmennya sebagai anggota NATO.

Cakupan bantuan militer Jerman menuai kritik dari negara tetangga Polandia, yang perdana menterinya, Mateusz Morawiecki, pekan lalu berpendapat bahwa Berlin tidak "bermurah hati seperti seharusnya" dalam hal menyumbangkan senjata ke Ukraina.

Moskow mengatakan bahwa pasokan senjata Barat akan memperpanjang konflik tetapi tidak akan mengubah arah atau hasilnya. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov telah memperingatkan bahwa tank yang dipasok NATO akan "terbakar" di medan perang.

Baca Juga: Rusia Anggap Penjaga Perdamaian NATO Target Sah jika Dikerahkan di Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved