Pemimpin UE Gagal Capai Konsensus Soal Rencana Pemulihan Covid-19
Minggu, 19 Juli 2020 - 20:39 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Kanselir Austria, Sebastian Kurz mengatakan bahwa segala sesuatunya bergerak ke arah yang benar.
Pembicaraan itu rumit, karena dana pemulihan dinegosiasikan dalam satu paket dengan kerangka kerja keuangan tujuh tahun berikutnya, yang sebagian besar didasarkan pada kontribusi dari negara-negara.
( Baca juga: Bertambah 1.639 Kasus, Total Positif Covid di Indonesia Capai 86.521 Orang )
Dalam rencana pemulihan 750 miliar euro yang dibiayai utang, 500 miliar euro akan dibayarkan sebagai hibah yang tidak dapat dibayarkan kembali ke negara-negara yang dilanda krisis dan 250 miliar sebagai pinjaman. Tetapi negara-negara anggota UE sangat berbeda pendapat mengenai hal ini.
Belanda, Denmark, Swedia dan Austria, dijuluki Frugal Four, menentang hibah yang tidak dapat dikembalikan dan menyerukan untuk menghubungkan bantuan dengan rencana reformasi, sementara Spanyol dan Italia, negara-negara yang paling terpukul oleh pandemi, menyerukan untuk mencapai konsensus sebagai secepatnya.
Pembicaraan itu rumit, karena dana pemulihan dinegosiasikan dalam satu paket dengan kerangka kerja keuangan tujuh tahun berikutnya, yang sebagian besar didasarkan pada kontribusi dari negara-negara.
( Baca juga: Bertambah 1.639 Kasus, Total Positif Covid di Indonesia Capai 86.521 Orang )
Dalam rencana pemulihan 750 miliar euro yang dibiayai utang, 500 miliar euro akan dibayarkan sebagai hibah yang tidak dapat dibayarkan kembali ke negara-negara yang dilanda krisis dan 250 miliar sebagai pinjaman. Tetapi negara-negara anggota UE sangat berbeda pendapat mengenai hal ini.
Belanda, Denmark, Swedia dan Austria, dijuluki Frugal Four, menentang hibah yang tidak dapat dikembalikan dan menyerukan untuk menghubungkan bantuan dengan rencana reformasi, sementara Spanyol dan Italia, negara-negara yang paling terpukul oleh pandemi, menyerukan untuk mencapai konsensus sebagai secepatnya.
(esn)
Lihat Juga :