Berpose dengan Kepala Terpenggal, Wanita Pro-ISIS Dipenjara di Swedia

Kamis, 30 Maret 2023 - 13:47 WIB
loading...
Berpose dengan Kepala...
Fatosh Ibrahim, wanita pendukung ISIS asal Swedia, dipenjara karena berpose dengan kepala terpenggal saat berada di Suriah. Foto/Polisi Swedia
A A A
GOTEBORG - Seorang wanita pendukung ISIS asal Swedia dihukum penjara tiga bulan setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan perang. Tuduhan kejahatan perang itu merujuk pada tindakannya mem-posting foto dirinya dengan kepala terpenggal saat berada di Suriah tahun 2014.

Foto mengerikan itu dia unggah di Facebook. Wanita bernama Fatosh Ibrahim (35) itu ditangkap ketika pulang ke Swedia dan dibawa ke pengadilan.

Fatosh mengaku tidak bersalah, namun Pengadilan Distrik Goteborg di Swedia menjatuhkan hukuman tiga bulan penjara terhadapnya.

Baca Juga: Para Wanita ISIS Memaksa Bocah Lelaki untuk Menghamili Mereka

Pengadilan mengatakan bahwa Fatosh dalam dua kesempatan mem-posting foto-foto kepala terpenggal yang ditusuk di pagar di Raqqa, Suriah.

Fatosh menggunakan ponselnya untuk mengambil foto dirinya di Lapangan Naim Raqqa di mana para militan Islamic State atau ISIS memajang tubuh atau kepala orang-orang yang dieksekusi.

"Di sana [Raqqa] para wanita tidak memiliki hak tetapi harus melakukan apa yang dikatakan para pria. Saya mem-posting foto-foto itu di Facebook, saya tidak tahu apa yang saya pikirkan. Saya terluka [akibat] perang. Sangat umum melihat mayat di Raqqa," kata Fatosh di pengadilan, seperti dikutip The Mirror, Kamis (30/3/2023).
Berpose dengan Kepala Terpenggal, Wanita Pro-ISIS Dipenjara di Swedia

Foto/Polisi Swedia

Pengadilan mengatakan dalam putusannya bahwa dia mem-posting komentar di Facebook yang meremehkan tentang orang-orang di dalam foto dan menyatakan bahwa mereka pantas menerima apa yang mereka alami.

"Wanita ini dengan jelas menyatakan simpatinya dengan tindakan kelompok Islamic State, dan tindakannya dianggap terkait dengan konflik bersenjata yang sedang terjadi di daerah itu pada saat itu," bunyi putusan pengadilan.

Fatosh Ibrahim adalah salah satu dari tiga bersaudara dari Gothenburg, di pantai barat Swedia, yang semuanya adalah anggota ISIS di Suriah dan kemudian pulang ke negara mereka.

Dilaporkan bahwa saudara laki-lakinya, Hassan Al-Mandlawi, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena pelanggaran terorisme, sementara adik perempuannya meninggal setelah dia kembali ke Swedia dengan putrinya yang terluka akibat pecahan peluru.

Dan putra dari adik perempuan Fatosh meninggal pada usia tiga tahun ketika dia sedang bermain dengan granat tangan yang meledak.

Fatosh mengatakan kepada pengadilan bahwa dia melakukan perjalanan ke Suriah pada Desember 2012 dan dipaksa untuk tinggal, mengeklaim bahwa dia tidak melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS.

"Saya dipekerjakan secara permanen sebagai tukang las. Saudara laki-laki saya ingin saya pergi ke Suriah dan berkunjung. Kemudian saya terjebak di sana dan tidak dapat pulang. Itu terjadi pada tahun 2012 dan ISIS datang pada tahun 2013," katanya.

Media lokal melaporkan bahwa suami pertama Fatosh adalah militan Inggris-Pakistan; Ibrahim Almazwagi (21), lulusan Universitas Hertfordshire yang meninggal pada tahun 2013.

Suami terakhirnya saat ini dipenjara di Australia.

Fatosh mengatakan kepada pengadilan bahwa dia ingin tinggal di tempat suaminya dimakamkan tetapi terpaksa pergi ke Raqqa. Dia kemudian kembali ke Swedia pada 2017.

Fatosh juga dihukum karena mengancam dan memfitnah pekerja sosial di Swedia setelah mereka mengambil anak-anaknya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved