Pengerahan Senjata Nuklir Putin Memiliki Konsekuensi Sangat Dahsyat

Senin, 27 Maret 2023 - 07:47 WIB
loading...
Pengerahan Senjata Nuklir...
Para aktivis sebut keputusan pengerahan senjata nuklir Rusia ke Belarusia oleh Presiden Vladimir Putin akan memiliki konsekuensi yang sangat dahsyat. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Pengumuman Presiden Vladimir Putin bahwa Rusia akan mengerahkan senjata nuklir ke Belarusia dapat memiliki konsekuensi yang sangat dahsyat.

Itu disampaikan aktivis dari Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICAN), Susi Snyder.

“Ini meningkatkan risiko penggunaan senjata nuklir dengan menambahkan lebih banyak aktor, yang berpotensi memiliki kemampuan untuk menjatuhkan bom nuklir, dan menciptakan potensi kekacauan dan miskomunikasi,” kata Snyder kepada Al Jazeera, Senin (27/3/2023).

Baca Juga: Putin Umumkan Rusia Akan Sebar Senjata Nuklir ke Belarusia

“Senjata-senjata ini, jika digunakan, akan memiliki hasil yang sama atau lebih besar daripada yang kita lihat di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Senjata-senjata itu dapat menyebabkan bencana besar," paparnya.

ICAN, dalam sebuah pernyataan, mengutuk apa yang mereka sebut sebagai eskalasi berbahaya yang membuat penggunaan senjata nuklir lebih mungkin terjadi.

ICAN telah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2017 atas upayanya untuk mencapai larangan universal senjata nuklir.

"Mengingat konflik Ukraina, kemungkinan salah perhitungan atau salah tafsir sangat tinggi. Berbagi senjata nuklir membuat situasinya jauh lebih buruk dan berisiko menimbulkan konsekuensi bencana kemanusiaan," kata organisasi aktivis tersebut.

ICAN juga mencatat bahwa menampung senjata atom negara lain dilarang berdasarkan Perjanjian PBB 2017 tentang Larangan Senjata Nuklir (TPNW). Namun, kerangka kerja ini tidak pernah ditandatangani oleh Belarusia, Rusia, China, atau kekuatan nuklir Barat mana pun.

Pada tahun 2017, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis mengeklaim bahwa inisiatif itu jelas mengabaikan realitas lingkungan keamanan internasional, sementara Rusia mengatakan inisiatif itu bertentangan dengan kepentingan nasionalnya.

Baca Juga: Rusia Akan Kerahkan Senjata Nuklir ke Belarusia, Ukraina Desak DK PBB Rapat Darurat

Putin dalam pengumumannya Sabtu pekan lalu mengatakan bahwa keputusan untuk mengerahkan senjata nuklir juga sebagai respons atas permintaan berulang kali dari Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Pemimpin Kremlin itu juga membandingkan keputusannya dengan langkah AS yang telah lama menempatkan persenjataan serupa di Eropa, yaitu di Jerman, Türkiye, Belanda, Belgia, dan Italia.

Mengomentari langkah tersebut, Jerman menggambarkan langkah Putin sebagai upaya intimidasi nuklir lebih lanjut, sementara Ukraina menyerukan sanksi baru terhadap Rusia.

Namun, AS memberikan nada yang lebih hati-hati, di mana juru bicara Dewan Keamanan Nasional Adrienne Watson mengatakan bahwa Washington belum melihat tanda-tanda Rusia berencana menggunakan senjata nuklir, menambahkan bahwa AS sejauh ini tidak memiliki alasan untuk menyesuaikan postur strategisnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Rissa Hipnotis Penonton...
Rissa Hipnotis Penonton Musiczone Okezone di Sarinah, Hipdut Bikin Semua Ikut Bergoyang
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved