Negara-negara Timur Tengah Kecam Pembakaran Al-Quran di Denmark
Minggu, 26 Maret 2023 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Dia meminta otoritas Denmark untuk bertanggung jawab dan menghentikan perilaku dan tindakan tidak bertanggung jawab yang memicu kekerasan dan kebencian, mengancam hidup berdampingan secara damai seperti dikutip dari Jordannews.
Kuwait juga mengecam dan mencela pembakaran al-Quran dan bendera Turki oleh sekelompok ekstremis di ibu kota Denmark, Kopenhagen.
"Tindakan provokatif baru ini, yang terjadi di bulan suci Ramadan, berisiko menimbulkan kemarahan umat Islam di seluruh dunia," Kementerian Luar Negeri Kuwait memperingatkan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Mena.
Kementerian Luar Negeri Kuwait pun menyerukan pertanggungjawaban pelaku tindakan tersebut dan untuk memastikan bahwa kebebasan berekspresi tidak digunakan untuk menyinggung Islam atau agama lain.
Sedangkan Turki mengutuk dengan keras apa yang disebutnya sebagai serangan keji terhadap kitab suci umat Islam, al-Quran, dan benderanya di Denmark.
Mencela insiden Jumat malam sebagai "kejahatan kebencian", Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan: "Memberikan izin untuk tindakan keji ini, yang merupakan kejahatan rasial, dengan kedok kebebasan berekspresi sama sekali tidak dapat diterima."
Baca Juga: Pakar Hukum: Pembakaran Al-Quran oleh Militer Ukraina Alat Kebijakan Nazi untuk Menghina
"Tindakan ini, yang dilakukan di (bulan suci umat Islam) Ramadhan, sekali lagi dengan jelas mengungkapkan bahwa Islamofobia, diskriminasi, dan xenofobia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di Eropa dan tidak ada pelajaran yang diambil dari masa lalu," tambahnya seperti dikutip dari Anadolu.
Kuwait juga mengecam dan mencela pembakaran al-Quran dan bendera Turki oleh sekelompok ekstremis di ibu kota Denmark, Kopenhagen.
"Tindakan provokatif baru ini, yang terjadi di bulan suci Ramadan, berisiko menimbulkan kemarahan umat Islam di seluruh dunia," Kementerian Luar Negeri Kuwait memperingatkan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Mena.
Kementerian Luar Negeri Kuwait pun menyerukan pertanggungjawaban pelaku tindakan tersebut dan untuk memastikan bahwa kebebasan berekspresi tidak digunakan untuk menyinggung Islam atau agama lain.
Sedangkan Turki mengutuk dengan keras apa yang disebutnya sebagai serangan keji terhadap kitab suci umat Islam, al-Quran, dan benderanya di Denmark.
Mencela insiden Jumat malam sebagai "kejahatan kebencian", Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan: "Memberikan izin untuk tindakan keji ini, yang merupakan kejahatan rasial, dengan kedok kebebasan berekspresi sama sekali tidak dapat diterima."
Baca Juga: Pakar Hukum: Pembakaran Al-Quran oleh Militer Ukraina Alat Kebijakan Nazi untuk Menghina
"Tindakan ini, yang dilakukan di (bulan suci umat Islam) Ramadhan, sekali lagi dengan jelas mengungkapkan bahwa Islamofobia, diskriminasi, dan xenofobia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di Eropa dan tidak ada pelajaran yang diambil dari masa lalu," tambahnya seperti dikutip dari Anadolu.
Lihat Juga :