Moskow Singgung Perang Nuklir: Membandingkan Kekuatan AS-Rusia Tak Ada Gunanya

Jum'at, 24 Maret 2023 - 18:12 WIB
loading...
Moskow Singgung Perang...
Moskow singgung konsekuensi mengerikan dari perang nuklir, dan menganggap tak ada gunanya membandingkan kekuatan militer Rusia dan AS. Foto/US Air Force
A A A
MOSKOW - Wakil Kepala Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev menyinggung potensi perang nuklir antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS) sebagai imbas dari perang di Ukraina .

Dia mengatakan konflik serius apa pun yang melibatkan kekuatan nuklir terkemuka dunia jelas tidak akan ada pemenangnya.

"Akibatnya, membandingkan kekuatan militer Rusia dan Amerika tidak ada gunanya," ujarnya, seperti dikutip Russia Today, Jumat (24/3/2023).

"Konsekuensi dari perang nuklir akan menjadi mengerikan dan membuat tidak mungkin untuk mengatakan tentara mana yang pertama dan mana yang kedua," lanjut mantan Presiden Rusia ini.

Baca Juga: Rusia Sebut Risiko Konflik Nuklir Berada pada Tingkat Tertinggi

Menurutnya, kehebatan pasukan militer diukur dari hasil kampanyenya.

“Tentara Amerika, menurut pendapat saya, akan dianggap sebagai yang pertama [di dunia] setidaknya selama periode ketika mereka benar-benar bertempur di lapangan,” katanya.

Itu, sambung dia, adalah kasus selama Perang Vietnam. Namun, dia menambahkan bahwa konflik itu sendiri tidak adil dan melibatkan pembunuhan orang Vietnam yang tidak ada hubungannya dengan konflik, yang mana AS tidak pernah dimintai pertanggungjawaban.

Medevedev mengeklaim aksi militer Rusia di Ukraina berbeda. "Karena kami berperang untuk rakyat kami di tanah kami," paparnya.

"Lawan sejati Moskow bukanlah rezim semi-Nazi atau Nazi di Kiev, melainkan NATO, dengan 3,6 juta tentara dan ekonomi yang didorong oleh populasi 800 juta, yang menyediakan kendaraan, senjata, dan uang untuk Kiev."

“Mereka pasti terlibat dalam konflik hibrida ini dan bahkan tidak menyembunyikannya,” imbuh sekutu utama Presiden Vladimir Putin tersebut.

Tujuan Rusia, kata dia, adalah untuk memastikan keamanannya. Dia membayangkan "perbatasan sanitasi" demiliterisasi di sepanjang perbatasan Rusia sekitar 70 km hingga 100 km, yang akan memastikan bahwa Ukraina tidak dapat menyerang wilayahnya.

Dia memperingatkan bahwa pasukan Moskow siap untuk maju lebih jauh selama diperlukan.

“Jika kami harus pergi ke Kiev, kami akan melakukannya. Jika kita harus pergi ke Lviv, biarlah. Apa pun untuk menghilangkan wabah ini,” katanya.

Medvedev menolak untuk memperkirakan berapa lama kampanye militer tersebut bisa berlangsung, dengan mengatakan itu bukan tempatnya untuk menguraikan kerangka waktu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Cara Bikin Konten Reaction...
Cara Bikin Konten Reaction Viral, Simak 10 Tips dari Janda Tawa
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Berita Terkini
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved