UE Janjikan Rp15,3 Triliun untuk Rekonstruksi Wilayah Turki yang Dilanda Gempa
Selasa, 21 Maret 2023 - 04:30 WIB
loading...
UE Janjikan Rp15,3 Triliun untuk Rekonstruksi Wilayah Turki yang Dilanda Gempa. FOTO/Reuters
A
A
A
BRUSSELS - Komisi Eropa pada Senin (20/3/2023) menjanjikan lebih dari USD1 miliar (Rp15,3 triliun) untuk rekonstruksi wilayah yang terkena gempa besar di Turki . Sejumlah wilayah di Turki mengalami kehancuran parah usai hantaman gempa bulan lalu.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Komisi Eropa sendiri akan mendukung Turki dengan USD1 milira miliar untuk rekonstruksi pascagempa bumi,” kata Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen mengumumkan pada Konferensi Donor Internasional Bersama untuk Rakyat di Turki dan Suriah.
Baca juga: Pejabat Turki: 6.600 Warga Negara Asing Tewas dalam Gempa Bumi
Acara ini diselenggarakan bersama oleh Komisi Eropa dan pemerintah Swedia yang menjabat sebagai presiden bergilir Dewan Uni Eropa pada 1 Januari.
Von der Leyen meminta semua bangsa dan semua donor untuk berkontribusi untuk menghormati ingatan akan nyawa yang hilang, untuk menghormati kepahlawanan para penanggap pertama, dan untuk mempertahankan harapan para penyintas.
“Rumah, sekolah, dan rumah sakit harus dibangun kembali dengan standar keselamatan gempa, air dan sanitasi tertinggi, dan infrastruktur penting lainnya harus diperbaiki,” katanya, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Von der Leyen juga menekankan bahwa UE tidak hanya ingin membantu para korban gempa bumi “untuk bertahan hidup tetapi juga membangun kembali kehidupan mereka”. Dia menggarisbawahi bahwa “kebutuhan para penyintas masih sangat besar, dan harus ditangani dengan segera.”
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Komisi Eropa sendiri akan mendukung Turki dengan USD1 milira miliar untuk rekonstruksi pascagempa bumi,” kata Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen mengumumkan pada Konferensi Donor Internasional Bersama untuk Rakyat di Turki dan Suriah.
Baca juga: Pejabat Turki: 6.600 Warga Negara Asing Tewas dalam Gempa Bumi
Acara ini diselenggarakan bersama oleh Komisi Eropa dan pemerintah Swedia yang menjabat sebagai presiden bergilir Dewan Uni Eropa pada 1 Januari.
Von der Leyen meminta semua bangsa dan semua donor untuk berkontribusi untuk menghormati ingatan akan nyawa yang hilang, untuk menghormati kepahlawanan para penanggap pertama, dan untuk mempertahankan harapan para penyintas.
“Rumah, sekolah, dan rumah sakit harus dibangun kembali dengan standar keselamatan gempa, air dan sanitasi tertinggi, dan infrastruktur penting lainnya harus diperbaiki,” katanya, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Von der Leyen juga menekankan bahwa UE tidak hanya ingin membantu para korban gempa bumi “untuk bertahan hidup tetapi juga membangun kembali kehidupan mereka”. Dia menggarisbawahi bahwa “kebutuhan para penyintas masih sangat besar, dan harus ditangani dengan segera.”
Lihat Juga :