Korea Selatan dan AS Gelar Latihan Amfibi Besar-besaran, Pertama Kali Sejak 2018

Minggu, 19 Maret 2023 - 05:45 WIB
loading...
Korea Selatan dan AS...
Tentara Korsel dan AS menggelar latihan perang di Pohang, Korsel, 12 Maret 2016. Foto/REUTERS
A A A
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) akan mengadakan latihan amfibi Ssangyong dari 20 Maret hingga 3 April.

Latihan ini digelar setelah jeda lima tahun, sebagai bagian dari latihan lapangan sekutu mereka, menurut laporan kantor berita Korea Selatan, mengutip pejabat militer.

“Pelatihan yang akan datang akan menunjukkan keinginan aliansi Korea Selatan-AS untuk mewujudkan ‘perdamaian melalui kekuatan,’ dan kami akan lebih memperkuat postur pertahanan gabungan untuk mempertahankan Korea Selatan,” ungkap Komandan Korps Marinir Korea Selatan Letnan Jenderal Kim Gye-hwan, seperti dikutip Yonhap.

“Selain itu, sekitar 40 tentara marinir Inggris akan berpartisipasi dalam latihan tahun ini,” ungkap pejabat militer kepada outlet berita itu.

Baca juga: Aduh Kasihan, Pasukan Ukraina Gunakan Senjata Abad ke-19 untuk Bela Bakhmut

Dia menambahkan militer dari Australia, Prancis, dan Filipina akan mengamati latihan tersebut.

Latihan Ssangyong akan berlangsung 272 kilometer tenggara Seoul. “Sebagai bagian dari latihan, sekutu akan memobilisasi pasukan pendaratan amfibi tingkat divisi, 30 kapal, termasuk kapal serbu amfibi sekutu, 70 pesawat, seperti pesawat tempur F-35B dan helikopter serang AH-64 Apache, serta sekitar 50 kendaraan serbu amfibi,” ungkap kantor berita itu.

Latihan akan berlangsung meskipun ada keberatan dari Korea Utara (Korut), yang telah berulang kali memperingatkan sekutu agar tidak membangun kehadiran militer di dekat semenanjung Korea.

Pyongyang juga mengkritik latihan bersama AS-Korea Selatan sebagai persiapan invasi. Pekan lalu, Korea Utara mengatakan kelanjutan dari "praktik permusuhan" Washington, termasuk kemungkinan latihan militer dan pengerahan senjata strategis di semenanjung Korea, dapat dianggap sebagai "deklarasi perang".
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved