Negara NATO Ini Akan Kerahkan Sistem Roket HIMARS di Depan Pintu Rusia

Sabtu, 18 Maret 2023 - 04:19 WIB
loading...
Negara NATO Ini Akan...
Polandia, salah satu negara NATO, berniat mengerahkan sistem roket HIMARS Amerika Serikat di depan pintu Rusia. Foto/REUTERS
A A A
WARSAWA - Polandia, salah satu negara NATO, berencana mengerahkan sejumlah sistem roket canggih HIMARS Amerika Serikat (AS) di "depan pintu" Rusia .

Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak mengatakan negaranya berniat untuk menempatkan sejumlah sistem roket tersebut di wilayah negaranya yang berbatasan dengan Rusia.

Blaszczak mengatakan baterai sistem HIMARS telah diperoleh pada 2019, dan pengumuman terkait rencana pengerahannya muncul setelah Kongres AS menyetujui 500 modul pengisian daya HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) untuk pertahanan Ukraina.

Baca Juga: Berkhianat, Agen Intelijen Jerman Bocorkan Posisi HIMARS Amerika pada Rusia

“Sampai akhir tahun 2023, sistem artileri roket HIMARS AS akan digunakan oleh divisi mekanik ke-16 tentara Polandia, yang dikerahkan di dekat perbatasan dengan wilayah Kaliningrad Rusia,” kata Blaszczak pada hari Jumat, mencatat keberhasilan misi sistem tersebut dalam pertahanan udara Ukraina, sebagaimana dikutip Newsweek, Sabtu (8/3/2023).

Sehari sebelumnya, Blaszczak mengumumkan bahwa Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan 800 rudal Hellfire untuk digunakan pada sejumlah helikopter pendukung.

Itu juga terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Rusia berpotensi meningkatkan kekerasan ke wilayah NATO seperti Polandia, yang baru-baru ini menjadi negara pertama NATO yang memberi Ukraina pesawat tempur untuk melawan invasi Moskow.

Pada bulan Februari, mantan Presiden Rusia yang juga Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan satu-satunya cara bagi Moskow untuk memastikan perdamaian abadi dengan Ukraina adalah dengan mendorong mundur perbatasan negara-negara sekutunya sejauh mungkin, bahkan jika itu berarti mempertaruhkan konflik dengan anggota NATO seperti Polandia.

“Itulah mengapa sangat penting untuk mencapai semua tujuan operasi militer khusus. Untuk sejauh mungkin mendorong kembali perbatasan yang mengancam negara kita, bahkan jika itu adalah perbatasan Polandia,” tulis Medvedev di Telegram pada saat itu.

Rusia, sementara itu, telah mulai meningkatkan aktivitasnya sendiri di Polandia dengan maksud yang jelas untuk mengganggu bantuan negara tersebut ke Ukraina.

Pada hari Kamis, Menteri Dalam Negeri Polandia Mariusz Kaminski mengatakan Warsawa telah mendakwa enam orang asing dari seberang perbatasan timur atas dugaan plot untuk mengganggu pasokan militer dan bantuan ke Ukraina atas nama Rusia.

Tahun lalu, seorang warga Polandia dituduh memata-matai pasukan NATO untuk Rusia.

“Bukti menunjukkan bahwa kelompok ini memantau jalur kereta api. Tugas mereka termasuk mengenali, memantau, dan mendokumentasikan transportasi senjata ke Ukraina,” kata Kaminski dalam konferensi pers hari Kamis.

"Para tersangka juga menyiapkan aksi sabotase yang bertujuan melumpuhkan pasokan peralatan, senjata, dan bantuan ke Ukraina."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved