Setelah 3 Tahun, China Kembali Izinkan Kedatangan Turis Asing
Selasa, 14 Maret 2023 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
"Secara komersial, keinginan orang asing untuk mengadakan acara di China juga menurun setelah Covid, karena terlalu banyak hal di sini yang dipengaruhi oleh politik yang membuat mereka takut," imbuhnya.
Dalam pelonggaran kontrol lebih lanjut pada pariwisata keluar, China menambahkan 40 negara lagi ke daftarnya yang mengizinkan tur kelompok, sehingga jumlah negara menjadi 60.
Namun daftar tersebut masih mengecualikan Jepang, Korea Selatan (Korsel), Australia, dan Amerika Serikat (AS). Keretakan hubungan antara negara-negara tersebut semakin dalam ketika Washington berhadapan dengan Beijing atas masalah Rusia dan Ukraina hingga kehadiran militer China di Laut China Selatan.
"Umumnya menggunakan visa turis untuk datang ke China untuk urusan bisnis, tapi saya tidak tahu seberapa antusias investor institusi akan melakukannya, setelah semua berita menakutkan itu," kata Duncan Clark, pendiri BDA, sebuah konsultasi investasi berbasis di Beijing.
Pada tahun 2022, hanya 115,7 juta perjalanan lintas batas yang dilakukan masuk dan keluar China, dengan jumlah orang asing mencapai sekitar 4,5 juta.
Sebaliknya, China mencatat 670 juta keseluruhan perjalanan pada 2019 sebelum kedatangan COVID, dengan orang asing mencapai 97,7 juta.
Baca Juga: Direktur FBI: Kebocoran Laboratorium China Mungkin Penyebab Pandemi Covid-19
Dalam pelonggaran kontrol lebih lanjut pada pariwisata keluar, China menambahkan 40 negara lagi ke daftarnya yang mengizinkan tur kelompok, sehingga jumlah negara menjadi 60.
Namun daftar tersebut masih mengecualikan Jepang, Korea Selatan (Korsel), Australia, dan Amerika Serikat (AS). Keretakan hubungan antara negara-negara tersebut semakin dalam ketika Washington berhadapan dengan Beijing atas masalah Rusia dan Ukraina hingga kehadiran militer China di Laut China Selatan.
"Umumnya menggunakan visa turis untuk datang ke China untuk urusan bisnis, tapi saya tidak tahu seberapa antusias investor institusi akan melakukannya, setelah semua berita menakutkan itu," kata Duncan Clark, pendiri BDA, sebuah konsultasi investasi berbasis di Beijing.
Pada tahun 2022, hanya 115,7 juta perjalanan lintas batas yang dilakukan masuk dan keluar China, dengan jumlah orang asing mencapai sekitar 4,5 juta.
Sebaliknya, China mencatat 670 juta keseluruhan perjalanan pada 2019 sebelum kedatangan COVID, dengan orang asing mencapai 97,7 juta.
Baca Juga: Direktur FBI: Kebocoran Laboratorium China Mungkin Penyebab Pandemi Covid-19
(ian)
Lihat Juga :