AS Pertimbangkan Berlakukan Larangan Perjalanan Bagi Anggota PKC

Jum'at, 17 Juli 2020 - 18:50 WIB
loading...
AS Pertimbangkan Berlakukan...
Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) dibawah Presiden Donald Trump terus mengeluarkan kebijakan anti China . Terbaru, pemerintah AS tengah mempertimbangkan larangan perjalanan ke negara itu bagi semua anggota Partai Komunis China (PKC) dan keluarganya.

"Para pejabat senior yang membahas masalah ini mungkin telah mulai mengedarkan sebuah rancangan perintah presiden, tetapi pembahasannya masih pada tahap awal dan masalah tersebut belum diajukan kepada Presiden Donald Trump," kata sebuah sumber yang mengetahui hal itu dengan syarat anonim seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/7/2020).

Diskusi, pertama kali dilaporkan oleh New York Times, berpusat pada apakah akan menolak visa untuk lebih dari 90 juta warga China dalam apa yang akan menjadi salah satu tindakan terberat Washington namun dalam perselisihan yang meluas dengan Beijing bahwa beberapa orang menyamakan dengan Perang Dingin baru.

Menurut sumber yang sama, pejabat AS di berbagai lembaga terlibat dalam proses yang mencakup pertimbangan apakah akanmelaranganak-anak anggota PKC berkuliah di universitas di AS.(Baca: Trump Tandatangani UU Sanksi China Atas Intervensi di Hong Kong )

Fakta bahwa larangan besar seperti itu sedang dibahas menunjukkan sejauh mana pembantu Trump mungkin bersiap untuk melangkah karena mereka membuat tema keras terhadap China, sebuah dorongan kampanye untuk pemilu pada bulan November mendatang.

Trump dan calon calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden telah bersaing untuk mengalahkan satu sama lain tentang siapa yang dapat mengambil sikap lebih kuat melawan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
Presiden Terpilih Kolombia...
Presiden Terpilih Kolombia Bakal Buka Kedubes di Yerusalem, Pulihkan Aliansi Bersejarah!
Rusia Hancurkan Kapal...
Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam
Rekomendasi
MilkLife Athletics Challenge...
MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 Perluas Jalur Pembinaan Atletik
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Jalan Medan Merdeka Timur Macet
Berita Terkini
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved