Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Senin, 13 Maret 2023 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
Meski AS telah memberi Ukraina senjata senilai puluhan miliar dolar dari dana USD113 miliar, Zelensky telah berulang kali meminta lebih.
“Ada keluhan tentang permintaan terus-menerus dan, kadang-kadang, Zelensky tidak menunjukkan rasa terima kasih yang pantas,” tulis Politico, mengutip dua pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya.
Baca juga: Wali Kota Seoul Dorong Korea Selatan Segera Punya Senjata Nuklir
Biden telah berulang kali menyatakan AS akan terus mengalirkan senjata Amerika ke Ukraina "selama diperlukan", dan Kiev sendiri yang akan memutuskan kapan akan duduk untuk pembicaraan damai dengan Rusia.
Namun, para pejabat AS dilaporkan khawatir bahwa janji Zelensky untuk merebut Crimea yang memilih untuk bergabung dengan Rusia pada tahun 2014, hanya akan “memperpanjang perang” dan dapat memicu “eskalasi dramatis dari Moskow”.
Laporan Politico bukanlah indikasi pertama bahwa Washington tidak mendukung rencana Zelensky untuk Crimea.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley memperingatkan pada bulan Januari bahwa menyerang semenanjung Crimea Rusia itu akan “sangat, sangat sulit”.
“Ada keluhan tentang permintaan terus-menerus dan, kadang-kadang, Zelensky tidak menunjukkan rasa terima kasih yang pantas,” tulis Politico, mengutip dua pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya.
Baca juga: Wali Kota Seoul Dorong Korea Selatan Segera Punya Senjata Nuklir
Biden telah berulang kali menyatakan AS akan terus mengalirkan senjata Amerika ke Ukraina "selama diperlukan", dan Kiev sendiri yang akan memutuskan kapan akan duduk untuk pembicaraan damai dengan Rusia.
Namun, para pejabat AS dilaporkan khawatir bahwa janji Zelensky untuk merebut Crimea yang memilih untuk bergabung dengan Rusia pada tahun 2014, hanya akan “memperpanjang perang” dan dapat memicu “eskalasi dramatis dari Moskow”.
Laporan Politico bukanlah indikasi pertama bahwa Washington tidak mendukung rencana Zelensky untuk Crimea.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley memperingatkan pada bulan Januari bahwa menyerang semenanjung Crimea Rusia itu akan “sangat, sangat sulit”.
Lihat Juga :