Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Senin, 13 Maret 2023 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
Adapun Pentagon dilaporkan telah memberi tahu Kongres bahwa Ukraina tidak memiliki kemampuan meluncurkan operasi semacam itu.
“Biden terus berpegang teguh pada pernyataannya bahwa Amerika Serikat akan menyerahkan semua keputusan tentang perang dan perdamaian kepada Zelensky,” tulis Politico.
Politico menambahkan, "Tapi bisikan telah dimulai di Washington tentang seberapa dapat dipertahankan hal itu saat perang berlanjut."
Pengambilan keputusan Ukraina juga dipertanyakan oleh agen intelijen AS, yang mengatakan kepada New York Times pekan lalu bahwa "kelompok pro-Ukraina" berada di balik serangan September 2022 terhadap pipa gas Nord Stream.
Meskipun mata-mata tersebut menekankan bahwa pemerintah Zelensky tidak terlibat, Politico mengklaim pemerintahan Biden telah memberi isyarat kepada Kiev bahwa “kekerasan di luar perbatasan Ukraina tidak akan ditoleransi.”
Artikel New York Times bertentangan dengan laporan sebelumnya oleh jurnalis Seymour Hersh, yang menyalahkan ledakan tersebut pada pemerintahan Biden dan CIA.
Moskow menggambarkan laporan New York Times sebagai "tipuan terkoordinasi" yang bertujuan mengalihkan kesalahan dari AS ke Ukraina.
“Biden terus berpegang teguh pada pernyataannya bahwa Amerika Serikat akan menyerahkan semua keputusan tentang perang dan perdamaian kepada Zelensky,” tulis Politico.
Politico menambahkan, "Tapi bisikan telah dimulai di Washington tentang seberapa dapat dipertahankan hal itu saat perang berlanjut."
Pengambilan keputusan Ukraina juga dipertanyakan oleh agen intelijen AS, yang mengatakan kepada New York Times pekan lalu bahwa "kelompok pro-Ukraina" berada di balik serangan September 2022 terhadap pipa gas Nord Stream.
Meskipun mata-mata tersebut menekankan bahwa pemerintah Zelensky tidak terlibat, Politico mengklaim pemerintahan Biden telah memberi isyarat kepada Kiev bahwa “kekerasan di luar perbatasan Ukraina tidak akan ditoleransi.”
Artikel New York Times bertentangan dengan laporan sebelumnya oleh jurnalis Seymour Hersh, yang menyalahkan ledakan tersebut pada pemerintahan Biden dan CIA.
Moskow menggambarkan laporan New York Times sebagai "tipuan terkoordinasi" yang bertujuan mengalihkan kesalahan dari AS ke Ukraina.
(sya)
Lihat Juga :