Ukraina Akui Tak Akan Dapatkan Jet Tempur Barat dalam Waktu Dekat

Senin, 13 Maret 2023 - 07:58 WIB
loading...
Ukraina Akui Tak Akan...
Ukraina mengakui tidak akan mendapatkan jet tempur Barat dalam waktu dekat untuk melawan invasi Rusia. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengakui bahwa Kiev tidak akan mendapatkan jet tempur buatan Barat dalam waktu dekat.

Menurutnya, potensi pengiriman jet tempur Barat ke Kiev untuk menopangnya dalam perang yang sedang berlangsung dengan Rusia terhambat oleh berbagai masalah teknis dan logistik.

“Saya tidak berharap pengiriman jet tempur akan terjadi dalam waktu dekat karena ini adalah tugas yang sangat sulit secara logistik dan teknis," katanya dalam wawancara dengan tabloid Jerman, Bild.

"Oleh karena itu, kami menyarankan agar pelatihan pilot Ukraina dengan jet tempur Barat harus dimulai sekarang, sehingga ketika keputusan untuk menyediakan pesawat dibuat, kami tidak membuang waktu atau berbulan-bulan untuk pelatihan,” ujarnya, yang dilansir Minggu (12/3/2023).

Baca Juga: Ukraina Desak Jerman Kirim Lebih Banyak Amunisi dan Latih Pilot

Diplomat top Ukraina itu juga mendesak Berlin untuk meningkatkan pengiriman amunisi ke Kiev, yaitu peluru artileri, mengeklaim bahwa sementara industri Jerman telah menyatakan kesiapan untuk menyediakannya, masalahnya terletak pada pemerintah negara tersebut.

"Kami duduk dengan perwakilan Ukraina dan industri persenjataan Jerman...dan industri Jerman, di hadapan saya, meminta satu hal kepada pemerintah Jerman: menandatangani kontrak," katanya.

Selama perang, Ukraina semakin menuntut sistem senjata yang lebih canggih dari para pendukung Barat-nya.

Kiev telah mengintensifkan seruan kepada NATO untuk memasoknya dengan jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir setelah mendapatkan janji akan mendapatkan puluhan tank tempur Leopard 2, Leopard 1, M1 Abrams, dan Challenger 2 dari beberapa negara Uni Eropa, AS, dan Inggris.

Namun, sejauh ini, Barat enggan memberi Ukraina pesawat tempur modern. Akhir Februari, Presiden AS Joe Biden mengatakan dia "mengesampingkannya untuk saat ini".

"[Presiden Volodymyr] Zelensky tidak membutuhkan F-16 sekarang. Tidak ada dasar yang menjadi alasan, menurut militer kami, sekarang, untuk menyediakan F-16,” kata Biden kepada ABC saat itu.

Namun, media Amerika melaporkan bahwa Pentagon telah mengundang pilot Ukraina ke pangkalan militer di Arizona untuk menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melatih mereka menerbangkan F-16.

Pekan lalu, pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada NBC bahwa dua penerbang Ukraina telah tiba di tanah Amerika dan lebih banyak lagi yang akan menyusul.

Rusia telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak memompa Ukraina dengan berbagai macam persenjataan. Menurut Moskow, melakukan hal itu hanya akan memperpanjang permusuhan daripada mengubah hasil akhirnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved