Iran Tangkap Lebih dari 100 Orang Atas Dugaan Peracunan Siswi Sekolah
Minggu, 12 Maret 2023 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
Seorang ibu dari dua putri dari Qom sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa kedua gadis tersebut, yang bersekolah di sekolah yang berbeda, menderita masalah kesehatan yang signifikan setelah diracun.
Seorang gadis mengalami mual, sesak napas, dan mati rasa di kaki kiri dan tangan kanannya, sementara yang lain sekarang kesulitan berjalan, katanya.
Insiden lain di kota itu terjadi pada bulan Februari ketika lebih dari 100 siswa dari 13 sekolah dirawat di rumah sakit setelah apa yang digambarkan oleh kantor berita negara Iran sebagai "keracunan berantai".
Sementara politisi Iran mengatakan gadis-gadis itu mungkin menjadi sasaran kelompok-kelompok Islam garis keras, para aktivis percaya bahwa peracunan itu mungkin terkait dengan aksi protes nasional yang meletus September lalu atas kematian Mahsa Ami.
Banyak siswi yang aktif dalam aksi protes, melepas jilbab wajib mereka di ruang kelas, merobek foto Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan menyerukan kematiannya.
Petugas medis, orang tua, dan guru menuduh pemerintah Iran berusaha membungkam para korban.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebelumnya menyebut dugaan peracunan sebagai kejahatan yang tak termaafkan dan menyerukan hukuman berat bagi siapa pun yang dianggap bertanggung jawab.
Baca Juga: Iran Capai Kesepakatan Beli Jet Tempur Su-35 Rusia
Seorang gadis mengalami mual, sesak napas, dan mati rasa di kaki kiri dan tangan kanannya, sementara yang lain sekarang kesulitan berjalan, katanya.
Insiden lain di kota itu terjadi pada bulan Februari ketika lebih dari 100 siswa dari 13 sekolah dirawat di rumah sakit setelah apa yang digambarkan oleh kantor berita negara Iran sebagai "keracunan berantai".
Sementara politisi Iran mengatakan gadis-gadis itu mungkin menjadi sasaran kelompok-kelompok Islam garis keras, para aktivis percaya bahwa peracunan itu mungkin terkait dengan aksi protes nasional yang meletus September lalu atas kematian Mahsa Ami.
Banyak siswi yang aktif dalam aksi protes, melepas jilbab wajib mereka di ruang kelas, merobek foto Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan menyerukan kematiannya.
Petugas medis, orang tua, dan guru menuduh pemerintah Iran berusaha membungkam para korban.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebelumnya menyebut dugaan peracunan sebagai kejahatan yang tak termaafkan dan menyerukan hukuman berat bagi siapa pun yang dianggap bertanggung jawab.
Baca Juga: Iran Capai Kesepakatan Beli Jet Tempur Su-35 Rusia
Lihat Juga :