Pembajakan di Perairan Asia Meningkat ke Tingkat Tertinggi

Jum'at, 17 Juli 2020 - 16:57 WIB
loading...
Pembajakan di Perairan...
Pembajakan di perairan Asia meningkat ke tingkat tertinggi dalam lima tahun terakhir. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Perompakan dan perampokan bersenjata terhadap kapal-kapal di perairan Asia pada paruh pertama 2020 melonjak ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Jumlahnya hampir dua kali lipat dari jumlah yang tercatat pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sebanyak 51 insiden kejahatan perairan dilaporkan di wilayah tersebut pada periode Januari hingga Juni, 50 di antaranya aktual dan satu merupakan upaya. Begitu data dari ReCAAP ISC, kelompok informasi pembajakan dengan 20 negara anggota, sebagian besar di Asia yang dinukil Time, Jumat (17/7/2020).

Data menunjukkan jumlah itu meningkat dibandingkan dengan 28 insiden yang dilaporkan pada periode yang sama tahun sebelumnya dan merupakan jumlah tertinggi sejak 114 kejahatan yang dicatat dalam enam bulan pertama pada medio 2015 lalu.(Baca: 10 Perompak Bersenjata Bajak Kapal Australia di Perairan OKI )

Insiden kejahatan itu terjadi di Selat Singapura dan Laut China Selatan, serta perairan dari negara-negara termasuk Bangladesh, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Menurut data tersebut, tiga puluh satu dari 51 insiden terjadi ketika kapal berlabuh dan sisanya saat transit.

Perompakan dan perampokan bersenjata di Selat Singapura, salah satu rute maritim komersial tersibuk di dunia, meningkat dua kali lipat dari tahun lalu menjadi 16 insiden. Sedangkan pelabuhan China tidak mencatat kejadian seperti itu dalam periode yang sama berbanding tiga insiden pada tahun lalu.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kemlu Koordinasi Pembebasan...
Kemlu Koordinasi Pembebasan 4 ABK WNI MT Honour 25 yang Dibajak Perompak Somalia
17.000 Prajurit AS dan...
17.000 Prajurit AS dan Filipina Gelar Latihan Perang Terbesar, China Marah Besar!
AS dan Sekutu Latihan...
AS dan Sekutu Latihan Perang di Laut China Selatan, Libatkan 17.000 Tentara
Antisipasi AS, China...
Antisipasi AS, China Persiapkan Perang Elektronik di Laut China Selatan
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved