Ukraina Pertimbangkan untuk Mengganti Nama Rusia Jadi Moscovia

Sabtu, 11 Maret 2023 - 20:07 WIB
loading...
Ukraina Pertimbangkan...
Ukraina pertimbangkan untuk mengganti nama Rusia jadi Moscovia. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menginstruksikan pemerintahnya untuk mempertimbangkan mengganti nama Rusia menjadi 'Moscovia'. Itu adalah sebutan tidak resmi yang digunakan berabad-abad yang lalu.

Langkah tersebut dilakukan setelah sebuah petisi menegaskan bahwa dengan menggunakan kata 'Rusia', Ukraina mendukung "klaim berbahaya" bahwa tetangganya adalah keturunan langsung dari Kievan Rus.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Zelensky mengatakan dia telah menghubungi Perdana Menteri Ukraina Denis Shmigal dengan permintaan agar petisi, yang telah mengumpulkan 25.000 suara yang diperlukan untuk dipertimbangkan, diproses secara komprehensif.

Baca Juga: Polandia-Slovakia Desak Sekutu Barat Segera Kirim Jet Tempur ke Ukraina

"Masalah ini perlu dikerjakan dengan hati-hati baik dari segi konteks sejarah dan budaya, dan dari perspektif kemungkinan konsekuensi hukum internasional, dengan lembaga ilmiah mengambil bagian dalam proses tersebut," tambah presiden Ukraina itu seperti dikutip dari RT, Sabtu (11/3/2023).

Mengomentari langkah tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa itu adalah bukti lebih lanjut dari upaya untuk menciptakan 'anti-Rusia' dari Ukraina.

Nama 'Moscovia' berasal dari Grand Duchy of Moscow, salah satu kerajaan Kievan Rus pada akhir Abad Pertengahan. Negara Rusia modern terbentuk di sekitar pusat kekuasaan ini sambil mempertahankan akar sejarah dan budaya yang berasal dari Rus.

Penulis petisi, yang diajukan pada akhir November 2022, mengklaim bahwa nama 'Rusia' memberi alasan untuk pelanggaran lebih lanjut pada sejarah Kievan Rus karena orang asing sering mengacaukan kata 'Rusia' dan 'Rus'.

Baca Juga: Rusia Peringatkan Negara Eks Uni Soviet Tidak Bersekutu dengan AS

Banyak nasionalis Ukraina menolak anggapan bahwa keduanya memiliki semacam hubungan sejarah, dengan alasan bahwa hanya Ukraina yang dapat dipandang sebagai pewaris sejati Kievan Rus.

Petisi tersebut juga menuntut agar kata 'Rusia' diganti dengan 'Moscovian' dan agar Federasi Rusia diganti namanya menjadi 'Federasi Moscovian'.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Ukraina telah memulai perubahan nama, menargetkan ribuan nama tempat yang mereka anggap terkait dengan Rusia atau Uni Soviet. Kampanye diintensifkan setelah Moskow melancarkan operasi militernya terhadap negara tetangga pada Februari 2022.

Pada Oktober tahun lalu, pejabat Kiev mengganti nama sebuah jalan yang menghormati Marsekal Soviet Rodion Malinovsky, yang memainkan peran penting dalam membebaskan Ukraina dari pendudukan Nazi. Nama jalan itu sekarang merayakan "pahlawan" Batalyon Azov, yang terkenal karena dukungannya terhadap ideologi neo-Nazi.

Baca Juga: Ukraina Klaim Pertempuran Bakhmut Hancurkan Unit Militer Terbaik Rusia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Terbang ke Israel, Pesawat...
Terbang ke Israel, Pesawat Komersial Polandia Kirim Sinyal Pembajakan
Rekomendasi
KPK Panggil Lagi Bos...
KPK Panggil Lagi Bos Maktour Fuad Hasan terkait Kasus Kuota Haji
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved