Ancaman Rudal Rusia ke AS Telah Berevolusi
Sabtu, 11 Maret 2023 - 17:53 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi perbedaannya hari ini adalah bahwa Rusia saat ini, sejauh yang saya ketahui, tidak menyebarkan kapal selam rudal balistik di lepas pantai Amerika Serikat. Itu adalah pergeseran, dan itu merupakan cerminan dari peningkatan teknologi,” urainya.
Petersen mengatakan bahwa pada akhir Perang Dingin, sebagian besar kapal selam rudal balistik ditempatkan di benteng pertahanan di Laut Barents dan di tempat lain di Kutub Utara.
“Jadi itu tidak berubah. Karena teknologinya memungkinkan Rusia mempertahankan kekuatan rudal balistik strategis yang memiliki jangkauan dan akurasi yang cukup untuk menyerang dari benteng-benteng ini,” jelasnya.
Apa yang telah berubah, Petersen menjelaskan, adalah bahwa Angkatan Laut Rusia sekarang memiliki kapal selam bertenaga nuklir yang tahan lama yang dapat menembakkan rudal jelajah yang sangat akurat, konvensional, dan berujung nuklir.
“Jadi kita beralih dari ancaman rudal balistik menjadi ancaman rudal jelajah. Bukan berarti ancaman rudal balistik tidak ada, masih ada. Hanya di lokasi yang berbeda,” ujarnya.
Baca Juga: AS Perkuat Pasukan dan Persenjataan Nuklir, Ini Alasannya
Rusia telah melakukan banyak proyek ekstensif untuk memperluas armada kapal selamnya sejak runtuhnya Uni Soviet.
Petersen mengatakan bahwa pada akhir Perang Dingin, sebagian besar kapal selam rudal balistik ditempatkan di benteng pertahanan di Laut Barents dan di tempat lain di Kutub Utara.
“Jadi itu tidak berubah. Karena teknologinya memungkinkan Rusia mempertahankan kekuatan rudal balistik strategis yang memiliki jangkauan dan akurasi yang cukup untuk menyerang dari benteng-benteng ini,” jelasnya.
Apa yang telah berubah, Petersen menjelaskan, adalah bahwa Angkatan Laut Rusia sekarang memiliki kapal selam bertenaga nuklir yang tahan lama yang dapat menembakkan rudal jelajah yang sangat akurat, konvensional, dan berujung nuklir.
“Jadi kita beralih dari ancaman rudal balistik menjadi ancaman rudal jelajah. Bukan berarti ancaman rudal balistik tidak ada, masih ada. Hanya di lokasi yang berbeda,” ujarnya.
Baca Juga: AS Perkuat Pasukan dan Persenjataan Nuklir, Ini Alasannya
Rusia telah melakukan banyak proyek ekstensif untuk memperluas armada kapal selamnya sejak runtuhnya Uni Soviet.
Lihat Juga :