Catat 1 Juta Kasus, India Negara Ketiga Paling Terdampak Covid-19
Jum'at, 17 Juli 2020 - 15:46 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam beberapa bulan mendatang, kita terikat untuk melihat semakin banyak kasus, dan itu adalah perkembangan alami dari setiap pandemi," kata Giridhar Babu, ahli epidemiologi di Yayasan Kesehatan Masyarakat nirlaba India.
"Ketika kita bergerak maju, tujuannya adalah menurunkan angka kematian," imbuhnya.
"Sebuah tantangan kritis yang akan dihadapi negara adalah bagaimana mengalokasikan secara rasional tempat tidur rumah sakit," ucapnya.
Empat bulan terakhir pandemi yang melanda India telah mengekspos kesenjangan yang parah dalam sistem perawatan kesehatan negara itu, yang merupakan salah satu yang paling buruk dan selama bertahun-tahun kekurangan dokter atau tempat tidur rumah sakit.
Pemerintah India telah mempertahankan penguncian wilayah yang ketat yang diberlakukan pada bulan Maret untuk menahan penyebaran virus, dengan mengatakan hal itu membantu menjaga tingkat kematian rendah dan memberikan waktu untuk meningkatkan infrastruktur kesehatan. Tetapi para ahli kesehatan masyarakat mengatakan kekurangan tetap terjadi dan bisa menghantam keras dalam beberapa bulan mendatang.
"Sebagai tindakan kesehatan masyarakat, saya tidak berpikir penguncian itu memiliki banyak dampak. Itu hanya menunda penyebaran virus," kata Dr. Kapil Yadav, asisten profesor kedokteran masyarakat di All India Institute of Medical Sciences.
"Jutaan kasus sejauh ini tercatat kemungkinan meninggalkan banyak yang tanpa gejala," ujarnya. "Itu terlalu meremehkan," imbuhnya.
"Ketika kita bergerak maju, tujuannya adalah menurunkan angka kematian," imbuhnya.
"Sebuah tantangan kritis yang akan dihadapi negara adalah bagaimana mengalokasikan secara rasional tempat tidur rumah sakit," ucapnya.
Empat bulan terakhir pandemi yang melanda India telah mengekspos kesenjangan yang parah dalam sistem perawatan kesehatan negara itu, yang merupakan salah satu yang paling buruk dan selama bertahun-tahun kekurangan dokter atau tempat tidur rumah sakit.
Pemerintah India telah mempertahankan penguncian wilayah yang ketat yang diberlakukan pada bulan Maret untuk menahan penyebaran virus, dengan mengatakan hal itu membantu menjaga tingkat kematian rendah dan memberikan waktu untuk meningkatkan infrastruktur kesehatan. Tetapi para ahli kesehatan masyarakat mengatakan kekurangan tetap terjadi dan bisa menghantam keras dalam beberapa bulan mendatang.
"Sebagai tindakan kesehatan masyarakat, saya tidak berpikir penguncian itu memiliki banyak dampak. Itu hanya menunda penyebaran virus," kata Dr. Kapil Yadav, asisten profesor kedokteran masyarakat di All India Institute of Medical Sciences.
"Jutaan kasus sejauh ini tercatat kemungkinan meninggalkan banyak yang tanpa gejala," ujarnya. "Itu terlalu meremehkan," imbuhnya.
Lihat Juga :