Lawan China, Inggris Bakal Kerahkan Kapal Induk dengan Jet F-35

Jum'at, 17 Juli 2020 - 07:48 WIB
loading...
Lawan China, Inggris...
Kapal induk HMS Queen Elizabeth Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Foto/Ian Simpson/Royal Navy/Handout via REUTERS
A A A
LONDON - Inggris akan mengerahkan kapal induk HMS Queen Elizabeth lengkap dengan dua skuadron jet tempur siluman F-35B ke Laut China Selatan . Media setempat melaporkan pengerahan kapal senilai 3 miliar poundsterling (lebih dari Rp55,1 triliun) ini untuk melawan China yang semakin agresif.

HMS Queen Elizabeth Angkatan Laut Kerajaan Inggris akan mengambil bagian dalam latihan militer gabungan dengan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.

Rencana baru dari para komandan militer yang dibocorkan media Inggris mengatakan pengerahan kapal induk tersebut akan berlangsung tahun depan. "Pengerahan ini dimaksudkan untuk melawan China yang semakin agresif," tulis The Times yang dilansir Navy Recognition, Jumat (17/7/2020).

Kapal induk andalan Inggris itu akan disertai oleh armada kapal perang, termasuk dua kapal perusak Tipe 45 dan dua fregat. HMS Queen Elizabeth juga akan dilengkapi dua skuadron jet tempur siluman F-35B Lightning II, yang kemungkinan berasal dari Angkatan Udara Inggris (RAF) dan Korps Marinir AS. (Baca: Punya Rudal Anti-Kapal, China Tak Takut 3 Kapal Induk AS )

Tak hanya itu, Inggris juga telah menyusun rencana untuk mengirim kapal induk saudara HMS Queen Elizabeth; HMS Prince of Wales, ke wilayah itu ketika pelatihan selesai. Dalam hal kesiapan tempur, kapal HMS Prince of Wales terpaut sekitar 18 bulan di belakang HMS Queen Elizabeth.

Rencana pengerahan HMS Queen Elizabeth yang bocor ke media sempat jadi bahan lelucon oleh pensihat Perdana Menteri Boris Johnson, Dominic Cummings, dengan menganggapnya sebagai aksi buang-buang uang.

Namun, mantan komandan Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Lord West of Spithead dalam sebuah tulisan kepada The Telegraph, mengatakan lelucon itu menggambarkan bahwa Cummings telah gagal untuk melihat secara detail pada kekuatan serangan kapal induk tersebut.

"Ketika Cummings melihat ke detail kemampuan pertahanan, dia akan menyadari apa yang global berikan pada pertempuran kapal induk dan Anda akan menyadari kemampuan luar biasa mereka," kata Lord West.

"Operator sudah mampu melakukan operasi kemanusiaan dan mereka yang memiliki tingkat intensitas yang lebih rendah," lanjut dia.

Dia menepis klaim Cummings yang mengatakan kapal induk tidak dapat dikirim ke perang serius melawan musuh yang serius."Kapal ini sebenarnya, dengan penangkal dan serangan nuklir kita, satu-satunya kemampuan pertahanan Inggris yang dapat mengambil bagian dalam perang serius dengan musuh yang serius," paparnya. (Baca juga: Analisis Mampu Tidaknya China Tenggelamkan Kapal Induk AS )

"Tuhan melarang kita memiliki perang besar, tetapi memiliki kemampuan ini membuatnya lebih kecil kemungkinannya," katanya.

Sementara itu, seorang sumber Kementerian Pertahanan mengatakan tindakan The Times yang membocorkan rencana pengerahan kapal induk tersebut membuat para pejabat marah. "Ada orang-orang dalam layanan yang berpikir cara untuk mencapai apa yang mereka inginkan dari Integrated Review (Tinjauan Terpadu) adalah dengan memberi pengarahan kepada pers; mereka salah," kata sumber tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved