Analisis Mampu Tidaknya China Tenggelamkan Kapal Induk AS

Jum'at, 10 Juli 2020 - 07:59 WIB
loading...
Analisis Mampu Tidaknya...
Kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz. Foto/Anthony Collier/US Navy
A A A
JAKARTA - Surat kabar pemerintah China , The Global Times, telah sesumbar bahwa rudal pembunuh kapal Beijing dapat dengan mudah menghancurkan kapal induk Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan.

"Kami bisa menenggelamkan Anda...jika kami mau," bunyi laporan media corong Partai Komunis China tersebut.

Itu adalah pesan yang tidak terlalu halus dari China untuk dua kapal induk Amerika; USS Ronald Reagan dan USS Nimitz, yang saat ini sedang melakukan operasi pelatihan di Laut China Selatan.

"Kapal induk AS di wilayah tersebut sepenuhnya dalam jangkauan Tentara Pembebasan Rakyat China...yang memiliki berbagai pilihan senjata anti-kapal induk seperti rudal DF-21D dan DF-26," lanjut laporan The Global Times mengutip para pakar Angkatan Laut China.

Namun, klaim China bahwa kapal-kapal induk Amerika sangat rentan adalah pertanyaan yang terbuka untuk diperdebatkan. Rudal-rudal pembunuh kapal itu dilaporkan memiliki jangkauan sejauh 900 mil laut dan telah dianggap sebagai ancaman signifikan bagi kapal induk Washington. (Baca: Dua Kapal Induk AS di Laut China Selatan Target Empuk Rudal China )

Mengutip laporan analisis majalah National Interest, Jumat (10/7/2020), fakta bahwa begitu cepatnya rudal DF-21D dan DF-26 ini, sehingga kalaupun tidak memiliki hulu ledak, mereka akan melewati kapal, meninggalkannya mati di air.

Lebih jauh lagi, intersepsi senjata hipersonik yang melesat melebihi Mach 5, juga akan sulit. Bukan tidak mungkin, tetapi sulit.

Teknologi di bidang ini berkembang pesat, dan untuk setiap senjata, selalu ada cara untuk membelokkan atau menghentikannya. Sebagian besar, jika tidak semua, dari proyek-proyek ini sangat rahasia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved