5 Teori Konspirasi Vladimir Putin yang Dirancang untuk Hancurkan AS Selama 20 Tahun Terakhir
Sabtu, 04 Maret 2023 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Dilansir dari The Guardian, Kemudian pada tahun 2015, Dewan Keamanan Federasi Rusia, Nikolai Patrushev mengungkapkan dengan jelas pandangannya terhadap pernyataan tersebut, dengan mengatakan Amerika iri dengan sumber daya alam yang besar.
Menanggapi hal itu, dalam essay panjang yang diterbitkan pada Juli 2021, Putin mengungkapkan sepenuhnya bahwa Ukraina telah dikendalikan oleh Barat dan NATO untuk menyembunyikan musuh yang akan menghancurkan Rusia. Hal inilah yang diperkirakan melatarbelakangi terjadinya invasi pada Februari 2022 lalu.
Baca juga: Pentagon Tak Percaya Vladimir Putin Punya Nyali Mengebom Nuklir Ukraina
Menurut Reuters, Kremlin pada 2020 lalu menuduh politisi oposisi Alexei Navalny bekerja untuk CIA setelah dia mengatakan bahwa Putin bertanggungjawab atas kasus peracunan yang membuatnya koma di Jerman.
Bahkan Putin menganggap kasus peracunan itu merupakan berita yang digunakan barat untuk menghitamkan reputasinya. Hingga saat ini para pihak oposisi mulai disingkirkan dan siapapun yang menentang dan mengkritik kebijakan yang berlaku akan dipenjara.
Karena pemikiran tersebut, di tahun 2020 seperlima orang Rusia yang telah disurvei menginginkan kaum LGBT dihilangkan. Pemerintah Moskow juga mengklaim bahwa LGBT merupakan ciptaan barat yang berpotensi menghancurkan stabilitas sosial Negara.
2. NATO Mengubah Ukraina Menjadi Kamp Militer
NATO yang punya kaitan erat dengan AS selalu menjadi penghambat Rusia dalam melancarkan segala aksinya. Fokus NATO pada Ukraina bermula ketika revolusi Maidan Ukraina di tahun 2014 dimana terjadi penggulingan kekuasaan Viktor Yanukovych yang diduga punya hubungan dekat dengan Moskow.Menanggapi hal itu, dalam essay panjang yang diterbitkan pada Juli 2021, Putin mengungkapkan sepenuhnya bahwa Ukraina telah dikendalikan oleh Barat dan NATO untuk menyembunyikan musuh yang akan menghancurkan Rusia. Hal inilah yang diperkirakan melatarbelakangi terjadinya invasi pada Februari 2022 lalu.
Baca juga: Pentagon Tak Percaya Vladimir Putin Punya Nyali Mengebom Nuklir Ukraina
3. Pihak Oposisi yang Ingin Menghancurkan Rusia dari Dalam didukung oleh Barat
Sejak 2004 lalu, Putin sudah mulai curiga terhadap oposisi domestik dan mulai takut akan terjadinya revolusi besar. Ini akan membawa perselisihan besar ke Moskow dan mengubahnya menjadi berantakan macam Ukraina.Menurut Reuters, Kremlin pada 2020 lalu menuduh politisi oposisi Alexei Navalny bekerja untuk CIA setelah dia mengatakan bahwa Putin bertanggungjawab atas kasus peracunan yang membuatnya koma di Jerman.
Bahkan Putin menganggap kasus peracunan itu merupakan berita yang digunakan barat untuk menghitamkan reputasinya. Hingga saat ini para pihak oposisi mulai disingkirkan dan siapapun yang menentang dan mengkritik kebijakan yang berlaku akan dipenjara.
4. Gerakan LGBT Adalah Plot Melawan Rusia
Rusia sebagai salah satu negara yang menentang LGBT ini tak lepas dari pemikiran Putin yang menganggap LGBT dapat merusak anak muda dan menghancurkan Gereja Orthodox.Karena pemikiran tersebut, di tahun 2020 seperlima orang Rusia yang telah disurvei menginginkan kaum LGBT dihilangkan. Pemerintah Moskow juga mengklaim bahwa LGBT merupakan ciptaan barat yang berpotensi menghancurkan stabilitas sosial Negara.
Lihat Juga :