Setelah Frank Hoogerbeets Heboh Ramal Gempa Besar Dunia, Pakar Irak Beri Cara Baru Prediksi Gempa
Sabtu, 04 Maret 2023 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kita perlu memeriksa apakah gaya gravitasi melebihi nilai yang diharapkan atau menurun, karena ini mempengaruhi kecepatan rotasi bumi. Percepatan dan perlambatan dapat menyebabkan lempeng-lempeng meluncur, menyebabkan gempa bumi. Mereka biasanya terjadi pada patahan seismik aktif yang diketahui pada peta struktur,” tutur dia.
Di pinggiran timur dan timur lautnya, Lempeng Arab menekan Lempeng Eurasion di wilayah yang meliputi lipatan Zagros dan sabuk dorong, di sepanjang perbatasan Irak-Iran.
Dalam penelitiannya, Awadh memprediksi gempa berkekuatan 5 SR di lipatan Zagros dan sabuk dorong pada 11 Februari 2021. Gempa seperti itu terjadi saat itu.
“Ini adalah prediksi pertama di dunia, berdasarkan data astronomi. Saya kirimkan penelitiannya ke sebuah majalah, dan itu benar-benar terjadi,” tulis dia kepada Al-Fanar Media.
“Itu adalah prediksi 100 persen benar pertama di bidang ini,” tegas dia.
Banyak lembaga ilmiah, termasuk Survei Geologi AS, mengabaikan prediksi tersebut. Para ilmuwan mendeteksi sekitar 20.000 gempa bumi di seluruh dunia setiap tahun, atau rata-rata 55 kali sehari, jadi tidak mengherankan jika gempa dapat terjadi sesuai dengan prediksi tersebut.
Saat ini tidak mungkin untuk memprediksi dengan tepat kapan dan di mana gempa akan terjadi, atau seberapa besar, menurut para ahli.
Namun, seismolog dapat memperkirakan di mana gempa bumi kemungkinan akan terjadi dengan menghitung probabilitas dan prakiraan.
Istanbul, misalnya, dianggap berisiko tinggi mengalami gempa besar dalam waktu dekat, menurut para ilmuwan, tetapi mereka tidak mengatakan kapan.
Pengguna Twitter yang berharap Hoogerbeets bisa lebih tepat kecewa. Dia menjawab, "Saya tidak memiliki bola kristal yang memberi tahu saya tanggal dan waktu."
Dengan lebih dari 6.500 bangunan hancur, gempa tersebut juga menyebabkan sekitar 2,4 juta orang mengungsi di kedua negara tersebut.
Awadh mengatakan kehancuran besar-besaran diakibatkan oleh sejumlah besar energi yang dilepaskan dalam dua gempa bumi, yang berlangsung sekitar dua menit. “Kualitas konstruksi juga menjadi faktor,” papar dia.
“Kerusakan akibat gempa berkekuatan 7 SR di Jepang bisa nol, sedangkan di wilayah-wilayah lain bisa 100 persen dengan gubuk dan rumah tua reyot,” papar dia.
Dia menjelaskan, “Itu tergantung pada apakah kode bangunan gempa diikuti. Saya telah melihat foto satu bangunan modern, yang dibangun sesuai dengan kode, yang tetap utuh, sementara bangunan di sekitarnya hancur total.”
Data dari 1.037 Gempa Bumi
Dalam studinya, Awadh menganalisis data dari 1.037 gempa bumi di seluruh dunia selama Juli 2019 dan mempresentasikan studi kasus kegempaan di sepanjang Lempeng Arab, yang ujung utaranya menekan Lempeng Anatolia di wilayah tempat gempa 6 Februari terjadi.Di pinggiran timur dan timur lautnya, Lempeng Arab menekan Lempeng Eurasion di wilayah yang meliputi lipatan Zagros dan sabuk dorong, di sepanjang perbatasan Irak-Iran.
Dalam penelitiannya, Awadh memprediksi gempa berkekuatan 5 SR di lipatan Zagros dan sabuk dorong pada 11 Februari 2021. Gempa seperti itu terjadi saat itu.
“Ini adalah prediksi pertama di dunia, berdasarkan data astronomi. Saya kirimkan penelitiannya ke sebuah majalah, dan itu benar-benar terjadi,” tulis dia kepada Al-Fanar Media.
“Itu adalah prediksi 100 persen benar pertama di bidang ini,” tegas dia.
Banyak lembaga ilmiah, termasuk Survei Geologi AS, mengabaikan prediksi tersebut. Para ilmuwan mendeteksi sekitar 20.000 gempa bumi di seluruh dunia setiap tahun, atau rata-rata 55 kali sehari, jadi tidak mengherankan jika gempa dapat terjadi sesuai dengan prediksi tersebut.
Saat ini tidak mungkin untuk memprediksi dengan tepat kapan dan di mana gempa akan terjadi, atau seberapa besar, menurut para ahli.
Namun, seismolog dapat memperkirakan di mana gempa bumi kemungkinan akan terjadi dengan menghitung probabilitas dan prakiraan.
Istanbul, misalnya, dianggap berisiko tinggi mengalami gempa besar dalam waktu dekat, menurut para ilmuwan, tetapi mereka tidak mengatakan kapan.
Pengguna Twitter yang berharap Hoogerbeets bisa lebih tepat kecewa. Dia menjawab, "Saya tidak memiliki bola kristal yang memberi tahu saya tanggal dan waktu."
Kehancuran Besar-besaran di Suriah dan Turki
Sejauh ini, lebih dari 46.000 orang diketahui tewas dalam gempa bumi Turki-Suriah, dan 115.000 orang lainnya luka-luka.Dengan lebih dari 6.500 bangunan hancur, gempa tersebut juga menyebabkan sekitar 2,4 juta orang mengungsi di kedua negara tersebut.
Awadh mengatakan kehancuran besar-besaran diakibatkan oleh sejumlah besar energi yang dilepaskan dalam dua gempa bumi, yang berlangsung sekitar dua menit. “Kualitas konstruksi juga menjadi faktor,” papar dia.
“Kerusakan akibat gempa berkekuatan 7 SR di Jepang bisa nol, sedangkan di wilayah-wilayah lain bisa 100 persen dengan gubuk dan rumah tua reyot,” papar dia.
Dia menjelaskan, “Itu tergantung pada apakah kode bangunan gempa diikuti. Saya telah melihat foto satu bangunan modern, yang dibangun sesuai dengan kode, yang tetap utuh, sementara bangunan di sekitarnya hancur total.”
Lihat Juga :