Bak Film Aksi, Bos Mafia Kabur dari Penjara Super Ketat Pakai Seprei

Rabu, 01 Maret 2023 - 11:24 WIB
loading...
Bak Film Aksi, Bos Mafia...
Seorang bos mafia Italia berhasil kabur dari penjara super ketat menggunakan sprei. Foto/Yahoo
A A A
ROMA - Seorang bos kelompok mafia Italia berhasil kabur dari penjara dengan keamanan tinggi menggunakan seprei. Aksi dramatisnya meloloskan diri berhasil terekam kamera pengawas dan menjadi viral di media sosial.

Marco Raduano (40) melarikan diri dari penjara Badu'e Carros di Sardinia pada hari Jumat lalu. Insiden tersebut terekam kamera pengawas dan dibagikan secara luas di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat mafioso itu, mengenakan pakaian olah raga, turun dari lantai dua penjara dengan bantuan tali darurat yang terbuat dari seprai yang diikat saat ia melompat dan mendarat di rerumputan di bawahnya.

Dia kemudian berlari dan menghilang ke kota kecil Nuro. Pelarian tersebut tidak diketahui selama dua jam karena penjara itu "kekurangan staf".

Dia dilaporkan berhasil menghilang ke kota tanpa jejak, dengan pencarian yang sekarang sedang berlangsung untuknya saat otoritas Italia melakukan perburuan di seluruh area.

Baca Juga: 16 Tahun Buron, Tersangka Mafia Italia Tertangkap Saat Jadi Koki Pizza

Polisi telah memasang penghalang jalan dan sedang melakukan pemeriksaan pada setiap kendaraan yang meninggalkan kota. Pemerintah Italia telah memerintahkan pengerahan ratusan tentara dan polisi ke Sardinia untuk membantu pencarian.

Raduano diyakini memiliki hubungan dengan mafia lokal, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan aksi pembalasan atau kekerasan. Polisi telah memperingatkan masyarakat untuk tidak mendekati Raduano jika melihatnya, tetapi segera menghubungi nomor darurat.

Insiden tersebut telah menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan penjara dengan keamanan tinggi.

Raduano telah menjalani hukuman 18 tahun karena perdagangan narkoba ketika dia memanfaatkan kekurangan staf penjara untuk melarikan diri.

Baca Juga: Mafia Italia Buron 20 Tahun Ditangkap Polisi Gara-gara Google Maps

Otoritas Italia mengakui pelarian itu karena "kekurangan staf" akibat pemotongan yang agresif, menyisakan sekitar 50 karyawan untuk mengelola 180 tahanan. Seorang karyawan mengatakan kepada surat kabar Il Messaggero bahwa kurangnya staf berkontribusi pada "pelarian yang berani".

Giovanni Villa, pemimpin serikat petugas lembafa pemasyarakatan lokal, seperti dikutip Telegraph, mengatakan bahwa tampaknya Raduano telah merencanakan pelarian jauh sebelumnya dan menyiapkan segalanya.

"Sepertinya dia sudah menyiapkan segalanya dan pelarian itu telah direncanakan dengan baik untuk beberapa waktu," katanya seperti dikutip dari Independent, Rabu (1/3/2023).

Otoritas Italia mendapat kecaman atas masalah kekurangan staf dan kurangnya langkah-langkah keamanan. Insiden tersebut menggarisbawahi perlunya reformasi mendesak untuk meningkatkan keamanan penjara dan memastikan penjahat berbahaya disimpan dengan aman.

Perburuan Raduano sekarang berlanjut dan pihak berwenang Italia telah mengimbau kepada publik untuk setiap informasi yang dapat mengarah pada penangkapannya.

Baca Juga: Assunta Maresca, Ratu Kecantikan yang Jadi Bos Mafia, Meninggal Dunia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Giliran Italia Larang...
Giliran Italia Larang Pangkalannya Digunakan Pesawat AS untuk Bombardir Iran
5 Alasan Italia Menjual...
5 Alasan Italia Menjual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Salah Satunya Kuno dan Ketinggalan Zaman
Cerita El Rumi & Syifa...
Cerita El Rumi & Syifa Hadju Bulan Madu di Italia, Romantis hingga Penuh Kejutan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
Bos Dorna Santai Suzuki...
Bos Dorna Santai Suzuki Cabut dari MotoGP
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved