Takut Jadi Korban Rudal Rusia, Maskapai Eropa Hentikan Penerbangan ke Moldova

Rabu, 01 Maret 2023 - 05:11 WIB
loading...
Takut Jadi Korban Rudal...
Wizz Air, maskapai Eropa memutuskan untuk menghentikan penerbangan ke Moldova karena takut menjadi korban serangan Rusia. Foto/REUTERS
A A A
BUDAPEST - Wizz Air, sebuah maskapai penerbangan Eropa memutuskan untuk menghentikan penerbangan di atas Moldova karena takut menjadi korban rudal Rusia .

Keputusan ini diambil beberapa hari setelah rencana Rusia untuk menghancurkan negara kecil tetangga Ukraina itu terungkap.

Ketegangan antara Moldova—negara kecil di Eropa timur dengan hanya 2,6 juta penduduk—dan Rusia baru-baru ini meningkat, di mana rudal Moskow ditembakkan di atas wilayah udara negara itu pada awal Februari lalu.

Selama invasi Rusia ke Ukraina selama setahun, Moldova yang pro-Eropa, yang terletak antara Ukraina dan Rumania, telah dihujani puing-puing dan telah menutup wilayah udaranya sendiri karena konflik di dekatnya beberapa kali.

Baca juga: Gara-gara Tembakan Rudal Rusia, PM Moldova Mengundurkan Diri


Itu juga dipengaruhi oleh pemadaman listrik sebagai akibat dari Ukraina menghentikan ekspor listrik setelah menjadi sasaran serangan udara dari Moskow.

Sekarang, Wizz Air—maskapai murah milik Hongaria—telah mengumumkan tidak akan lagi terbang ke dan dari Ibu Kota Moldova, Chisinau, mulai 14 Maret karena situasi keamanan yang memburuk.

"Keselamatan penumpang dan awak tetap menjadi prioritas nomor satu Wizz Air," kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip news.com.au, Rabu (1/3/2023).

“Mengikuti perkembangan terakhir di Moldova dan risiko yang meningkat, tetapi tidak akan terjadi, di wilayah udara negara, Wizz Air telah membuat keputusan yang sulit namun bertanggung jawab untuk menangguhkan semua penerbangan ke [Ibu Kota Moldova] Chisinau mulai 14 Maret.”

Kementerian infrastruktur terkait membalas langkah Wizz Air, bersikeras penerbangan dapat dilakukan dengan aman.

Namun, pengumuman besar datang ini hanya beberapa minggu setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada KTT Uni Eropa bahwa Kiev telah mengintersepsi rencana penghancuran Moldova oleh intelijen Rusia.

“Dokumen ini menunjukkan siapa, kapan, dan bagaimana akan menghancurkan [negara] demokrasi Moldova dan membangun kendali atas Moldova,” katanya.

Badan Intelijen dan Keamanan Moldova kemudian mengonfirmasi ancaman tersebut dalam sebuah pernyataan, mengungkapkan: “Baik dari informasi yang disajikan oleh mitra Ukraina kami dan juga dari aktivitas operasi kami, aktivitas subversif dengan tujuan merusak Republik Moldova, pesanan destabilisasi dan pelanggaran publik diidentifikasi."

Presiden Moldova Maia Sandu juga baru-baru ini menuduh Moskow merencanakan untuk menggunakan “penyabotase dengan latar belakang militer, berkamuflase dengan pakaian sipil, untuk melakukan tindakan kekerasan, serangan terhadap institusi negara dan menyandera” dalam upaya untuk menggulingkan tatanan konstitusional dan menggantikan kekuasaan Chisinau yang sah dengan yang tidak sah, dan mencegah negara tersebut untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Sementara Rusia membantah klaim tersebut, Sandu menegaskan; "Upaya Kremlin untuk membawa kekerasan ke negara kita akan gagal."

Sementara itu, Rusia telah membalas dengan tuduhan itu, mengeklaim bahwa Ukraina berencana untuk menyerang wilayah Transnistria yang memisahkan diri dari Moldova yang didukung Moskow, di mana 1.500 tentara Rusia ditempatkan—sebuah klaim yang segera dibantah oleh Moldova.

Sejauh ini, Wizz Air adalah satu-satunya maskapai penerbangan yang keluar dari Moldova, dengan Turkish Airlines, Air Moldova, dan Tarom Rumania semuanya masih melayani negara tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
Sidang Gugatan Hak Asuh...
Sidang Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu Akan Digelar Tertutup, Ini Alasannya
Berita Terkini
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved