Sekjen PBB: Perang Rusia di Ukraina Picu Pelanggaran HAM Besar-besaran

Selasa, 28 Februari 2023 - 03:30 WIB
loading...
Sekjen PBB: Perang Rusia...
Sekjen PBB: Perang Rusia di Ukraina Picu Pelanggaran HAM Besar-besaran. FOTO/Reuters
A A A
JENEWA - Perang Rusia di Ukraina telah memicu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang luas. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal PBB pada pembukaan sesi ke-52 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Senin (27/2/2023).

"Invasi Rusia ke Ukraina telah memicu pelanggaran hak asasi manusia paling masif yang kita alami hari ini," kata Antonio Guterres, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Baca: AS Peringatkan China Tidak Berikan Bantuan untuk Perang Rusia di Ukraina

“Itu telah menyebabkan kematian, kehancuran, dan pemindahan yang meluas. Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil telah menyebabkan banyak korban dan penderitaan yang mengerikan,” lanjutnya.

Sesi Dewan Hak Asasi Manusia berlangsung dari 27 Februari hingga 31 Maret, dan Ukraina akan menjadi agenda. Guterres mengatakan, Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia telah mendokumentasikan puluhan kasus kekerasan seksual terkait konflik terhadap laki-laki, perempuan, dan anak perempuan.

“Dan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional terhadap tawanan perang – dan ratusan kasus penghilangan paksa dan penahanan sewenang-wenang warga sipil – juga didokumentasikan,” kata Sekjen PBB itu.

Dia mencatat bahwa, sayangnya, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, yang diadopsi 75 tahun lalu, yang seharusnya menjadi "cetak biru kita bersama". Guterres mengatakan deklarasi itu dieksploitasi untuk keuntungan politik, dan "beberapa pemerintah memanfaatkannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
Kehadiran Tentara NATO...
Kehadiran Tentara NATO di Ukraina Berarti Perang Habis-habisan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved