Medvedev Ungkap Ide Dorong Mundur Perbatasan Polandia Anggota NATO

Sabtu, 25 Februari 2023 - 00:01 WIB
loading...
Medvedev Ungkap Ide...
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Foto/tass
A A A
MOSKOW - Satu-satunya cara bagi Rusia untuk memastikan perdamaian abadi dengan Ukraina adalah mendorong mundur perbatasan negara-negara yang bermusuhan, bahkan sampai ke perbatasan Polandia, anggota NATO.

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengungkapkan hal itu dalam pesan di akun Telegramnya pada Jumat (24/2/2023).

Medvedev sekarang menjabat wakil ketua Dewan Keamanan Rusia. Komentarnya muncul setahun setelah Moskow mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina dalam apa yang disebutnya "operasi militer khusus" untuk melindungi penutur bahasa Rusia dan memastikan keamanannya sendiri.

“Kemenangan akan diraih. Kita semua ingin itu terjadi secepat mungkin. Dan hari itu akan datang,” tegas Medvedev.

Dia meramalkan negosiasi yang sulit dengan Ukraina dan Barat akan berujung pada "semacam kesepakatan".

Baca juga: Roket-roket Gaza Serang Israel setelah Pasukan Zionis Bunuh 11 Warga Palestina

Namun dia mengatakan kesepakatan itu akan kekurangan "perjanjian mendasar tentang perbatasan nyata" dan tidak sama dengan pakta keamanan Eropa yang menyeluruh, sehingga penting bagi Rusia untuk memperluas perbatasannya sekarang.

“Itulah mengapa sangat penting untuk mencapai semua tujuan operasi militer khusus. Untuk mendorong mundur perbatasan yang mengancam negara kita sejauh mungkin, bahkan jika itu adalah perbatasan Polandia,” ungkap Medvedev.

Polandia berbagi perbatasan timur yang panjang dengan Ukraina dan dengan sekutu Rusia, Belarusia, dan perbatasan sekitar 200 km di sudut timur lautnya dengan eksklave Rusia di Kaliningrad.

Perambahan apa pun di perbatasan Polandia akan membawa Rusia untuk pertama kalinya ke dalam konflik langsung dengan NATO.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji dalam pidatonya di Warsawa pekan ini untuk mempertahankan "setiap inci" wilayah NATO jika diserang.

Medvedev (57) telah mengadopsi nada yang semakin keras dan membuat serangkaian intervensi terang-terangan sejak perang dimulai.

Beberapa analis politik menyebut dia adalah salah satu orang yang mungkin dianggap oleh Presiden Vladimir Putin sebagai penerus.

Dalam pidato kenegaraannya awal pekan ini, presiden Rusia mengumumkan penangguhan perjanjian senjata nuklir dengan AS dan menyalahkan pemerintah di Kiev karena mengambil "sandera" rakyat Ukraina dan gagal memenuhi kebutuhan mereka.

“Mereka (pemerintah Ukraina) bermaksud mengubah konflik lokal menjadi fase konfrontasi global,” ujar Putin pada Selasa.

Putin menambahkan, “Ini persis bagaimana kami memahami semuanya, dan kami akan bereaksi sesuai karena, dalam hal ini, kami berbicara tentang keberadaan negara kami.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved