Putin Mengatakan Rusia Akan Mengerahkan Rudal Nuklir Sarmat
Jum'at, 24 Februari 2023 - 02:07 WIB
loading...
A
A
A
Rudal berbahan bakar cair RS-28 Sarmat, yang dijuluki "Satan 2", pertama kali diumumkan oleh Putin pada tahun 2018. Rudal tersebut seharusnya telah dikerahkan tahun lalu.
CNN melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) percaya Rusia melakukan uji coba rudal Sarmat tepat sebelum Presiden Joe Biden mengunjungi Ukraina awal pekan ini tetapi tes itu gagal. Kementerian Pertahanan Rusia belum mengomentari laporan itu.
Baca: AS: Rusia Uji Rudal Berkemampuan Nuklir saat Biden Kunjungi Ukraina
Rudal 35 meter itu memiliki jangkauan 18.000 km dan dapat membawa setidaknya 10 kendaraan re-entry yang dapat ditargetkan – masing-masing dengan hulu ledak nuklir – yang masing-masing dapat diarahkan ke target yang berbeda. Rudal itu juga dapat memberikan kendaraan meluncur hipersonik Avangard.
Selain itu, kata Putin, Rusia akan melanjutkan produksi massal sistem rudal hipersonik Kinzhal berbasis udara dan akan memulai pasokan massal rudal hipersonik Zirkon berbasis laut.
"Dengan diadopsinya proyek kapal selam bertenaga nuklir Borei-A 'Kaisar Alexander III' ke angkatan laut, pangsa senjata dan peralatan modern dalam kekuatan nuklir strategis angkatan laut akan mencapai seratus persen," kata Putin.
“Di tahun-tahun mendatang, tiga kapal penjelajah lagi dari proyek ini akan menambah kekuatan tempur armada,” imbuhnya.
CNN melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) percaya Rusia melakukan uji coba rudal Sarmat tepat sebelum Presiden Joe Biden mengunjungi Ukraina awal pekan ini tetapi tes itu gagal. Kementerian Pertahanan Rusia belum mengomentari laporan itu.
Baca: AS: Rusia Uji Rudal Berkemampuan Nuklir saat Biden Kunjungi Ukraina
Rudal 35 meter itu memiliki jangkauan 18.000 km dan dapat membawa setidaknya 10 kendaraan re-entry yang dapat ditargetkan – masing-masing dengan hulu ledak nuklir – yang masing-masing dapat diarahkan ke target yang berbeda. Rudal itu juga dapat memberikan kendaraan meluncur hipersonik Avangard.
Selain itu, kata Putin, Rusia akan melanjutkan produksi massal sistem rudal hipersonik Kinzhal berbasis udara dan akan memulai pasokan massal rudal hipersonik Zirkon berbasis laut.
"Dengan diadopsinya proyek kapal selam bertenaga nuklir Borei-A 'Kaisar Alexander III' ke angkatan laut, pangsa senjata dan peralatan modern dalam kekuatan nuklir strategis angkatan laut akan mencapai seratus persen," kata Putin.
“Di tahun-tahun mendatang, tiga kapal penjelajah lagi dari proyek ini akan menambah kekuatan tempur armada,” imbuhnya.
Lihat Juga :