Kenapa Saddam Hussein Dihukum Mati? Ternyata Ini Penyebabnya

Selasa, 21 Februari 2023 - 15:42 WIB
loading...
Kenapa Saddam Hussein...
Presiden Irak terguling Saddam Hussein bereaksi di pengadilan selama persidangan genosida Anfal di Baghdad, 21 Desember 2006. Foto/REUTERS
A A A
BAGHDAD - Saddam Hussein merupakan mantan Presiden Irak yang berkuasa pada periode 1979 hingga 2003.

Dalam riwayatnya, dia memiliki akhir kehidupan yang cukup tragis dengan cara eksekusi mati. Lantas, hal apakah sebenarnya yang mendasari Saddam mendapat hukuman mati ini?

Saddam Hussein lahir dari keluarga miskin di Tikrit, 100 mil di luar Baghdad pada tahun 1937. Sejak remaja, dia diketahui telah bergabung dengan Partai Baath.

Mengutip laman History, Selasa (21/2/2023), Saddam telah banyak berpartisipasi dalam berbagai upaya kudeta di negaranya. Pada Juli 1968, dia berhasil mengantarkan sepupunya ke tampuk kekuasaan Irak.

Baca juga: Rusia Pamer Senjata di Pameran Pertahanan Abu Dhabi, Sesumbar Sudah Diuji Perang

Sekitar 11 tahun berselang, Saddam berhasil naik tahta dan menjadi penguasa Irak. Namun, pada era pemerintahannya cukup banyak rakyatnya yang menghadapi kemiskinan, sementara dirinya hidup dalam kemewahan.

Pada tahun 1980-an, dia melibatkan negaranya untuk berperang dengan Iran. Diperkirakan pada perang tersebut lebih dari satu juta jiwa di kedua pihak menjadi korbannya.

Tak hanya itu, Saddam juga diduga telah menggunakan senjata terlarang selama berlangsungnya perang. Sepanjang tahun 1990-an, Irak terus mendapat sanksi ekonomi PBB dan dugaan terkait produksi senjata pemusnah massal.

Dengan berbagai tuduhan tersebut, Amerika Serikat kembali melakukan invasi ke Irak pada Maret 2003. Berbulan-bulan hidup dalam pelarian, Saddam ditangkap pada 13 Desember 2003.

Pada akhirnya, 5 November 2006 Hakim Ketua Rauf Rasheed Abdel Rahman menjatuhkan hukuman mati untuk Saddam. Dalam pengadilan, dia dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan selama memerintah Irak.

Hukuman gantung dilakukan di bekas markas intelijen militer Baghdad pada 30 Desember 2006. Penasihat Perdana Menteri Irak Sami al-Askari yang saat itu turut menyaksikan eksekusi mengatakan bahwa Saddam tetap bersikap tenang di saat-saat terakhirnya. Dia tidak mengungkapkan penyesalan.

Pada salah satu permintaannya, dia ingin Alquran yang dibawanya ke tiang gantungan untuk diberikan kepada seorang teman.

Tak hanya itu, dia juga sempat mengucapkan beberapa kata sebelum benar-benar dieksekusi.

"Sebelum tali dililitkan di lehernya, Saddam berteriak. 'Tuhan Maha Besar’. Bangsa ini akan menang dan Palestina adalah Arab'," ujar Askari kepada Associated Press seperti dikutip, Selasa (21/2/2023).
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Febrie Adriansyah Penuhi...
Febrie Adriansyah Penuhi Panggilan Panggilan Pemeriksaan Tim 9 Kejagung
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved