Iran Bakal Eksekusi Mati 3 Demonstran, Didakwa Memusuhi Tuhan

Kamis, 16 Juli 2020 - 08:38 WIB
loading...
Iran Bakal Eksekusi...
Tiga pemuda Iran; Amirhossein Moradi, 25, Mohammad Rajabi, 25, dan Saeed Tamjidi, 27, yang akan dieksekusi mati. Foto/Amnesty International
A A A
TEHERAN - Otoritas berwenang Iran akan mengeksekusi tiga pemuda yang terlibat dalam demo anti-pemerintah setelah Mahkamah Agung menguatkan vonis mati yang diputuskan pengadilan sebelumnya. Ketiganya didakwa melakukan "permusuhan terhadap Tuhan".

Ketiga pemuda yang akan dieksekusi adalah Amirhossein Moradi, 25, Mohammad Rajabi, 25, dan Saeed Tamjidi, 27.

Pengacara mereka mengatakan pengakuan bersalah ketiganya telah diambil di bawah "kondisi menyimpang" dan pengacara tidak diberi akses ke kasus ini.

Ketiga terdakwa telah didakwa dengan “permusuhan terhadap Tuhan” melalui tindakan pembakaran dan vandalisme. Mereka ditangkap pada November tahun lalu dalam salah satu protes terbesar yang pernah ada di Iran.

Protes besar itu dipicu oleh kenaikan harga bensin dan kondisi ekonomi yang terpukul oleh sanksi Amerika Serikat. Diperkirakan 300 orang tewas selama protes dan lebih dari 7.000 orang lainnya ditangkap. (Baca: Iran Ekseskusi Tersangka Mata-mata CIA )

Putusan Mahkamah Agung hari Rabu yang mengizinkan eksekusi telah mendorong reaksi besar-besaran dari publik Iran pengguna media sosial. Reaksi seperti ini jarang terjadi di negara para Mullah.

Tanda pagar #DontExecute telah menjadi trending topic di Iran selama lebih dari 24 jam terakhir. Data menunjukkan ada lebih dari 4,5 juta retweetpengguna Twitter di seluruh dunia dengan tanda pagar tersebut.

"Sata berikutnya, Anda selanjutnya, kita selanjutnya, lakukan sesuatu," bunyi salah satu posting yang sedang tren di Twitter Iran.

"Hidup orang Iran juga penting," bunyi posting lain yang juga sedang tren. Putusan Mahkamah Agung Iran juga menjadi topik pembicaran pengguna internet dunia.

"Saya belum pernah melihat skala sebesar ini," kata peneliti digital Amin Sabeti kepada Aljazeera, Kamis (16/7/2020).

"Ini adalah salah satu momen langka di ruang web Persia saya untuk melihat orang-orang di Instagram dan Twitter berkumpul bersama membicarakan satu alasan, terutama argumen politik."

Politisi dan selebritas juga bereaksi terhadap putusan Mahakmah Agung.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump via Twitter ikut mengomentari ancaman eksekusi tiga pemuda Iran tersebut. "Tiga orang dijatuhi hukuman mati di Iran karena berpartisipasi dalam protes. Eksekusi diyakini sebentar lagi."

"Mengeksekusi tiga orang ini mengirimkan sinyal mengerikan ke dunia dan tidak boleh dilakukan!," lanjut Trump.

Mantan anggota parlemen Mahmud Sadeghi menulis di Twitter; "(Ketika) kami tidak mengakui hak untuk protes damai dan hukum, tanah untuk protes kekerasan disediakan."

Pembuat film pemenang Oscar Asghar Farhadi menulis; "Jangan membuat orang lebih pahit di masa sedih ini."

Diana Eltahawy dari Amnesty International mengatakan; "Sistem peradilan pidana Iran yang sangat cacat secara sistematis bergantung pada bukti palsu termasuk 'pengakuan' yang diperoleh dari penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya untuk mendapatkan hukuman pidana."

Sementara itu, ada laporan bahwa internet melambat di Iran ketika kemarahan publik meningkat. (Baca juga: Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra, Bukti Masih Ada Aparat yang Manfaatkan Jabatan )

Pemerintah sebelumnya membatasi akses internet ketika menghadapi perbedaan pendapat internal.

Iran memiliki jumlah eksekusi tertinggi di antara negara mana pun di dunia setelah China. Sekitar 250 orang terbunuh oleh eksekusi mati tahun lalu.

Dalam beberapa hari terakhir seorang pria dieksekusi karena berulang kali minum alkohol dan pria lainnya dihukum atas tuduhan jadi mata-mata untuk CIA.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved