Beijing Gencarkan Proyek BRI, Indonesia Diingatkan soal Kualitas Produk China
Jum'at, 17 Februari 2023 - 17:14 WIB
loading...
A
A
A
Proyek BRI juga banyak dikritik negara-negara Barat karena dinilai menjadi “jebakan” utang bagi negara-negara berkembang dan miskin.
Bunga rendah dan kemudahan memperoleh dana untuk membangun infrastruktur yang ditawarkan Beijing, justru membuat banyak negara terbebani. Sebab, tanpa atau dengan sadar, mereka “terjebak” utang China yang harus mereka bayar dengan mahal.
Deretan negara yang dinilai "terjebak" dalam utang China di antaranya adalah Laos, Pakistan, Sri Lanka, serta puluhan negara kecil di Afrika.
Pada periode 2006-2019, China menanamkan investasi senilai USD12,1 miliar dalam pembangunan infrastruktur Sri Lanka. Termasuk di dalamnya adalah membangun Pelabuhan Hambantota yang dikritik lawan politik Presiden Mahinda Rajapaksa karena dinilai berbau nepotisme.
Beban utang dan krisis ekonomi serta politik membuat Sri Lanka tak mampu membayar kewajibannya. Sri Lanka sudah dinyatakan default karena tak mampu membayar bunga utang senilai USD 73 juta pada Mei lalu.
Selain Sri Lanka, Laos dan Pakistan kini menjadi sorotan dunia karena terancam default dan banyak berutang ke China.
“Ibarat candu, jebakan utang China akan membuat negara yang menggunakannya ‘terjajah’. Lihat saja Sri Lanka,” papar AB Solissa.
Bunga rendah dan kemudahan memperoleh dana untuk membangun infrastruktur yang ditawarkan Beijing, justru membuat banyak negara terbebani. Sebab, tanpa atau dengan sadar, mereka “terjebak” utang China yang harus mereka bayar dengan mahal.
Deretan negara yang dinilai "terjebak" dalam utang China di antaranya adalah Laos, Pakistan, Sri Lanka, serta puluhan negara kecil di Afrika.
Pada periode 2006-2019, China menanamkan investasi senilai USD12,1 miliar dalam pembangunan infrastruktur Sri Lanka. Termasuk di dalamnya adalah membangun Pelabuhan Hambantota yang dikritik lawan politik Presiden Mahinda Rajapaksa karena dinilai berbau nepotisme.
Beban utang dan krisis ekonomi serta politik membuat Sri Lanka tak mampu membayar kewajibannya. Sri Lanka sudah dinyatakan default karena tak mampu membayar bunga utang senilai USD 73 juta pada Mei lalu.
Selain Sri Lanka, Laos dan Pakistan kini menjadi sorotan dunia karena terancam default dan banyak berutang ke China.
“Ibarat candu, jebakan utang China akan membuat negara yang menggunakannya ‘terjajah’. Lihat saja Sri Lanka,” papar AB Solissa.
(min)
Lihat Juga :