Moldova Tutup Wilayah Udara di Tengah Kekhawatiran Kudeta oleh Rusia
Rabu, 15 Februari 2023 - 00:36 WIB
loading...
A
A
A
Situasi itu terjadi ketika kekhawatiran akan kudeta yang diatur oleh Rusia tumbuh. Pada hari Senin, Presiden Moldova Maia Sandu menuduh bahwa Rusia, dengan bantuan orang-orang yang menyamar sebagai pengunjuk rasa anti-pemerintah, berusaha menggulingkan pemerintahannya dan menghentikan negara kecil Eropa timur itu untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Sandu, sekutu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, juga menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin ingin menggunakan Moldova dalam perang melawan Ukraina.
Moldova, negara pecahan Uni Soviet yang berbatasan dengan Ukraina, memiliki pasukan Rusia di wilayah Transnistria—wilayah yang memisahkan diri dari Moldova—selama invasi Putin ke Ukraina.
Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Selasa menolak tuduhan Presiden Sandu yang dianggap "tidak berdasar".
Juru bicara kementerian tersebut, Maria Zakharova, mengatakan: "Itu didasarkan pada teknik klasik yang sering digunakan oleh Amerika Serikat, negara-negara Barat lainnya dan Ukraina."
Pekan lalu, Zelensky mengatakan kepada para pemimpin selama KTT Dewan Eropa di Brussels bahwa negaranya telah mengintersepsi rencana intelijen Rusia untuk penghancuran Moldova.
Pada hari Senin, Sandu mengatakan dalam jumpa pers bahwa rencana Rusia termasuk sabotase dan orang-orang terlatih militer yang menyamar sebagai warga sipil untuk melakukan tindakan kekerasan, serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan penyanderaan.
Sandu, sekutu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, juga menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin ingin menggunakan Moldova dalam perang melawan Ukraina.
Moldova, negara pecahan Uni Soviet yang berbatasan dengan Ukraina, memiliki pasukan Rusia di wilayah Transnistria—wilayah yang memisahkan diri dari Moldova—selama invasi Putin ke Ukraina.
Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Selasa menolak tuduhan Presiden Sandu yang dianggap "tidak berdasar".
Juru bicara kementerian tersebut, Maria Zakharova, mengatakan: "Itu didasarkan pada teknik klasik yang sering digunakan oleh Amerika Serikat, negara-negara Barat lainnya dan Ukraina."
Pekan lalu, Zelensky mengatakan kepada para pemimpin selama KTT Dewan Eropa di Brussels bahwa negaranya telah mengintersepsi rencana intelijen Rusia untuk penghancuran Moldova.
Pada hari Senin, Sandu mengatakan dalam jumpa pers bahwa rencana Rusia termasuk sabotase dan orang-orang terlatih militer yang menyamar sebagai warga sipil untuk melakukan tindakan kekerasan, serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan penyanderaan.
Lihat Juga :