Jurnalis Peraih Pulitzer: Kisah Ledakan Nord Stream Tidak Sulit Ditemukan

Selasa, 14 Februari 2023 - 13:09 WIB
loading...
Jurnalis Peraih Pulitzer:...
Wartawan investigasi legendaris Seymour Hersh. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Wartawan investigasi legendaris Seymour Hersh mengklaim pada Sabtu (11/2/2023) bahwa laporan bom terbarunya, yang menunjukkan CIA bertanggung jawab atas penghancuran jaringan pipa Nord Stream pada bulan September, bukanlah cerita yang sulit untuk ditemukan.

“Jelas bahwa ada lebih banyak masalah daripada yang dilaporkan oleh sebagian besar media,” ungkap Hersh.

Dalam wawancara pertamanya sejak dia menerbitkan cerita di Substack Rabu lalu, jurnalis pemenang Pulitzer Prize diminta Radio War Nerd untuk mengomentari sumber ceritanya, yang masih dirahasiakan.

Hersh menolak mengungkapkan detail apa pun tentang siapa yang dia ajak bicara dan mencatat itu adalah tugasnya untuk melindungi sumbernya dan menahan serangan ketika cerita ditayangkan.

Baca juga: 2 Jet Tempur F-35 Belanda Cegat dan Usir 3 Pesawat Militer Rusia di Atas Polandia

Tetapi orang-orang di media yang mengkritiknya karena menggunakan sumber anonim harus "memahami bisnisnya sedikit lebih baik", saran jurnalis itu.

“Masalahnya, semuanya sudah murah. Karena sekarang New York Times dan Washington Post menganggap sumber yang tidak disebutkan namanya bisa jadi adalah orang pers, sekretaris pers, yang membisikkan sesuatu kepada mereka di samping. Saya tidak tahu, mereka sepertinya tidak punya orang di dalam,” ujar Hersh.

Dia juga mencatat outlet berita utama gagal melaporkan banyak hal tentang konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev.

“Perang yang saya ketahui bukanlah perang yang Anda baca,” papar Hersh.

Baca juga: Berlusconi Usul Kesepakatan Uang Tunai untuk Gencatan Senjata di Ukraina

“Sungguh menakjubkan bagi saya bagaimana mereka sejalan, rekan-rekan saya,” ujar dia, menyesali bahwa banyak outlet seperti New York Times (NYT), Washington Post (WP), CNN, dan MSN telah menjadi garis depan Gedung Putih dan pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Adapun terkait laporan Nord Stream, Hersh bersikeras bahwa itu "bukan cerita yang sulit untuk ditemukan" dan jelas bahwa beberapa negara NATO terlibat, terutama setelah pejabat tinggi AS, termasuk Presiden Joe Biden, mengeluarkan ancaman yang jelas bahwa proyek Rusia-Jerman akan dihentikan "dengan satu atau lain cara" jika Moskow memilih mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022.

Hersh juga menunjukkan seluruh industri jalur pipa internasional tahu “siapa melakukan apa” dan bahwa ini adalah kenyataan yang “tidak dipikirkan oleh siapa pun”.

"Tapi aku melakukannya, jadi begitulah," pungkas dia.

Gedung Putih, serta pejabat dari CIA dan Departemen Luar Negeri, dengan keras menolak laporan Hersh sejak diterbitkan.

Moskow, sementara itu, menyerukan penyelidikan internasional terbuka atas serangan itu, dengan mengatakan, "Tidak mungkin meninggalkan ini tanpa menemukan pelaku dan menghukum mereka."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved